Paripurna DPR Setujui Rancangan Awal RAPBN 2027, Ini Rinciannya
Rapat Paripurna ke-23 Masa Persidangan V DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 resmi menyetujui hasil pembahasan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Kesepakatan ini dicapai antara pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR.
>>> Panduan Memilih 7 Power Bank Terbaik 2026 yang Awet dan Aman
Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan persetujuan tersebut akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan APBN 2027.
Rancangan awal ini akan digunakan pemerintah untuk menetapkan angka usulan awal RUU APBN beserta Nota Keuangannya pada 16 Agustus 2026.
Selanjutnya, RUU APBN 2027 akan dibahas lebih detail bersama Komisi XI DPR sebelum ditetapkan sebagai undang-undang pada akhir Oktober 2026.
Dalam kesepakatan awal, pemerintah dan Banggar DPR menyepakati sejumlah acuan, meliputi asumsi ekonomi makro, target pembangunan, dan postur makro fiskal.
Asumsi Ekonomi Makro
Pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,8-6,5 persen.
Laju inflasi diperkirakan 1,5-3,5 persen.
Nilai tukar rupiah dipatok Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS.
Tingkat suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,5-7,3 persen.
Harga minyak mentah diproyeksikan US$70-95 per barel.
Lifting minyak bumi ditargetkan 605-620 ribu barel per hari.
Lifting gas bumi ditargetkan 951-990 ribu barel setara minyak per hari.
Target Pembangunan 2027
Tingkat kemiskinan ditargetkan 6,0-6,5 persen.
Tingkat kemiskinan ekstrem ditargetkan 0 persen.
Rasio Gini ditargetkan 0,362-0,367.
Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan 4,3-4,87 persen.
>>> Prabowo Terima Kunjungan Balasan Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Indeks modal manusia ditargetkan 0,575.
Indeks kesejahteraan petani ditargetkan 0,8038.
Proporsi penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan 40,81 persen.
GNI per kapita ditargetkan US$5.800-5.840.
Indeks kualitas lingkungan hidup ditargetkan 76,84.
Postur Makro Fiskal
Pendapatan negara ditargetkan 12,01-12,40 persen PDB.
Penerimaan perpajakan ditargetkan 10,16-10,50 persen PDB.
PNBP ditargetkan 1,85-1,89 persen PDB.
Hibah ditargetkan 0,002-0,003 persen PDB.
Belanja negara ditargetkan 13,81-14,80 persen PDB.
Belanja pemerintah pusat ditargetkan 11,26-12,01 persen PDB.
Transfer ke daerah ditargetkan 2,55-2,79 persen PDB.
Keseimbangan primer ditargetkan surplus 0,45 persen PDB hingga defisit 0,14 persen PDB.
Defisit ditargetkan 1,8-2,4 persen PDB.
Pembiayaan investasi ditargetkan minus 0,50-0,90 persen PDB.
>>> Gerindra Hormati Proses Hukum Bupati Kuansing yang Terjaring OTT KPK
Jumlah pinjaman terhadap PDB ditargetkan 40,31-40,64 persen PDB.
Update Terbaru
Trevor McDonald Akhirnya Menang, Giants Kalahkan Diamondbacks
Kamis / 02-07-2026, 14:07 WIB
Perjanjian Obat Misterius Ini Akan Rugikan NHS Miliaran Pound
Kamis / 02-07-2026, 14:07 WIB
Rusia Hujani Kyiv dengan 20 Rudal Balistik, 5 Tewas
Kamis / 02-07-2026, 14:07 WIB
Lukisan Berharga Sorolla Dikembalikan ke Keluarga di Seville
Kamis / 02-07-2026, 14:05 WIB
Tielemans Buka Suara soal Ribut dengan Trossard Saat Belgia vs Senegal
Kamis / 02-07-2026, 14:05 WIB
IHSG Menguat 1,7 Persen ke 5.792 pada Sesi I
Kamis / 02-07-2026, 14:05 WIB
Perusahaan Australia Siap Investasi Rp5,7 Triliun Bangun Pabrik Baterai di RI
Kamis / 02-07-2026, 14:01 WIB
7 Produk Google Super Canggih yang Jarang Diketahui
Kamis / 02-07-2026, 14:01 WIB
Kode Roblox Brookhaven Terbaru Juli 2026 untuk Buka Semua Lagu
Kamis / 02-07-2026, 14:01 WIB
TikTok Buka Suara soal PHK Massal di Tokopedia: Bukan Keputusan Mudah
Kamis / 02-07-2026, 14:00 WIB
Jaksa: Jokowi Merasa Dihina Sehina-hinanya oleh Dokter Tifa
Kamis / 02-07-2026, 14:00 WIB
Belgia Comeback Dramatis, Singkirkan Senegal di Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 14:00 WIB
Nailoong Debut di Bandung, Hadir di Trans Studio Mall 1-12 Juli
Kamis / 02-07-2026, 14:00 WIB
Cara Menambah Saldo Dana dengan Nonton Drama di RealCast 2026
Kamis / 02-07-2026, 13:56 WIB






