Terakhir, ada Valentino Rossi. Marquez melihat Rossi bukan sekadar pembalap cepat, melainkan sosok dengan kecerdasan taktis yang sulit ditandingi.

Rossi sering kali terlihat biasa saja saat sesi latihan bebas atau kualifikasi, namun tampil beda saat balapan hari Minggu.

"Berkali-kali dia terlihat seperti tidak benar-benar hadir sepanjang akhir pekan, tapi begitu hari Minggu tiba, dia bisa mengatur balapan seperti tidak ada orang lain yang bisa.

Dia mampu menang tanpa harus menjadi yang tercepat, atau kalaupun dia yang tercepat, dia tahu cara mengelola situasi itu dengan sempurna," ungkap Marquez.

Di balik semua prestasinya, Marquez menekankan bahwa ia tidak pernah merasa lebih hebat dari rival-rivalnya. Rasa hormat terhadap kemampuan mereka justru memotivasinya untuk terus bekerja keras.

"Saya tidak pernah ingin berpikir bahwa saya punya lebih banyak bakat dibanding yang lain.

>>> Tanggal Rilis Assassin's Creed Black Flag Resynced dan Waktu Preload

Saya selalu berpikir rival-rival saya lebih baik dari saya karena itu memaksa saya untuk terus bekerja keras. Kalau kamu berpikir kamu yang terbaik, sangat mudah untuk lengah," ucapnya.