Dark mode mungkin populer, tapi tidak untuk semua orang. Seorang pengguna berbagi pengalaman setelah bertahun-tahun mencoba beralih ke tema gelap, namun akhirnya kembali ke light mode.

Meskipun banyak yang memuji dark mode karena lebih nyaman di mata dan menghemat baterai, kenyataannya tidak semua orang merasakan manfaat yang sama.

>>> Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8 Diprediksi Naik Harga Signifikan

Membaca Terasa Lebih Berat di Dark Mode

Alasan utama kembali ke light mode adalah kenyamanan membaca. Teks putih di latar hitam terasa kurang tajam, sehingga memperlambat kecepatan baca.

Penelitian menunjukkan bahwa membaca teks gelap di latar terang lebih akurat dan efisien. Hal ini karena pupil menyempit pada latar terang, meningkatkan ketajaman visual.

Sementara itu, pada layar gelap, pupil melebar dan mengurangi fokus, membuat teks tampak kurang jelas.

Hemat Baterai Tidak Signifikan

Argumen penghematan baterai dark mode memang benar pada layar OLED, namun dampaknya kecil dalam penggunaan sehari-hari.

>>> Inggris ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Meksiko 3-2 dengan 10 Pemain

Studi Purdue University menemukan bahwa pada kecerahan 30-40% (umum di dalam ruangan), dark mode hanya menghemat 3-9% daya.

Penghematan besar hanya terjadi di kecerahan penuh, seperti di luar ruangan.

Bagi pengguna yang sebagian besar berada di dalam ruangan, penghematan tersebut tidak cukup berarti dibandingkan kenyamanan membaca light mode.

Selain itu, aplikasi terasa lebih terorganisir dalam light mode. Antarmuka lebih bersih dan mudah dinavigasi.

>>> Ronaldo vs Yamal di Portugal-Spanyol; AS Bidik Sejarah di Babak 16 Besar

Pada akhirnya, pilihan tema adalah preferensi pribadi. Tidak ada salahnya tetap menggunakan light mode jika itu yang paling nyaman.