Kedua tim bertemu pada Maret lalu dan Belgia menang telak 5-2 di Atlanta. Namun, AS saat itu tanpa Tyler Adams, Sergino Dest, dan Chris Richards.

Selain itu, tim asuhan Mauricio Pochettino telah berkembang secara taktis sejak kamp Piala Dunia dimulai pada Mei.

Dipimpin pelatih Rudi Garcia, Belgia lolos ke babak ini setelah menang dramatis 3-2 atas Senegal.

Belgia tertinggal 2-0 hingga menit ke-85, sebelum Romelu Lukaku memperkecil kedudukan pada menit ke-86.

Kapten Youri Tielemans menyamakan kedudukan tiga menit kemudian, lalu mencetak penalti pada menit akhir perpanjangan waktu. Kemenangan emosional selama 120 menit itu mungkin menguras tenaga pemain Belgia.

Belgia memulai turnamen dengan lambat, imbang melawan Mesir dan Iran, tetapi telah mencetak delapan gol dalam dua laga terakhir melawan Selandia Baru dan Senegal.

Kevin De Bruyne yang berusia 35 tahun tetap menjadi playmaker efektif, sementara Jérémy Doku dan Leandro Trossard adalah duet sayap elit.

Ini bukan sekadar Piala Dunia biasa bagi AS.

Pochettino dan timnya memburu sejarah; kemenangan akan menjadi momen penting tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi olahraga ini di Amerika Serikat.

Pencetak gol terbanyak AS, Folarin Balogun, mengalami pekan yang liar. Ia mencetak gol penentu kemenangan 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina, tetapi kemudian mendapat kartu merah langsung.

Pada Minggu, kartu merahnya ditangguhkan FIFA dan ia kini bisa bermain. Pertanyaannya, bagaimana respons emosional Balogun?

>>> Marlins Tarik Eury Perez Saat Sedang Sempurna, Keputusan Kontroversial

Akankah ia bermain penuh energi atau justru hati-hati? Belgia kemungkinan tidak akan menganggap keputusan itu adil.