Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini memfokuskan perhatian pada maraknya spam komentar promosi judi online di media sosial.

Komentar tersebut kerap menyasar akun dengan engagement tinggi, termasuk akun pemerintah.

>>> 5 Rekomendasi Tas Viral di PRJ yang Wajib Dilirik

Pakar keamanan siber sekaligus Chairman CISSReC, Pratama Persadha, mengungkapkan bahwa spam komentar judi online di Instagram, Facebook, X, hingga TikTok memiliki pola yang sama.

"Polanya seragam, foto profil wanita, tautan ke situs judi, dan dikirim secara massal ke unggahan yang sedang ramai.

Ini bukan sekadar gangguan, melainkan pola serangan yang memanfaatkan celah moderasi platform," kata Pratama.

Modus Comment Spam Farming

Pratama menjelaskan modus yang digunakan para penjahat siber ini disebut comment spam farming.

Pelaku memanfaatkan bot atau jaringan akun palsu yang dikendalikan secara terpusat untuk menyebarkan ribuan komentar otomatis ke unggahan dengan interaksi tinggi.

Komentar yang dipublikasikan sering kali berisi tautan menuju domain sementara, kode promosi, akun aplikasi messaging, atau petunjuk yang mengarahkan calon korban ke platform perjudian.

Mereka terus mengganti domain untuk menghindari pemblokiran.

Bahkan, sebagian pelaku memanfaatkan akun dengan identitas yang tampak meyakinkan agar komentar tidak langsung dikenali sebagai promosi ilegal.

Hal ini menunjukkan jaringan judi online telah menerapkan teknik otomatisasi, penyamaran identitas, dan pergantian infrastruktur digital secara cepat.

Kini, targetnya bukan hanya orang yang mencari situs judi online, melainkan seluruh pengguna media sosial yang kebetulan melihat unggahan tersebut.

"Semakin luas jangkauan komentar spam, semakin besar peluang ada pengguna yang mengeklik tautannya. Ini strategi yang mengandalkan volume," ujarnya.

>>> Penjualan Honda di JFK 2026 Tembus 2.700 Unit, Vario & Stylo Terlaris