Langkah Pemerintah dan Platform

Pemerintah melalui Komdigi telah menerbitkan berbagai aturan dan mendorong platform memperketat moderasi konten. Namun, efektivitas penanganan tetap bergantung pada keseriusan platform media sosial.

"Regulasi sudah ada, Komdigi sudah mendorong. Tapi kalau platformnya tidak menjalankan dengan serius, mau bagaimana lagi.

Mereka yang memegang kendali penuh atas sistem moderasi mereka," kata Pratama.

Ia menilai platform sebenarnya memiliki teknologi yang mampu mendeteksi ribuan komentar identik dalam waktu singkat, mengenali akun yang dibuat massal, hingga mengidentifikasi jaringan akun yang saling berkoordinasi.

Langkah yang bisa dilakukan antara lain memperkuat deteksi otomatis terhadap pola tautan berulang, mempercepat takedown akun judi online, dan menyediakan kanal pelaporan yang lebih responsif.

Pratama juga meminta platform memberikan notifikasi jelas ketika akun yang dilaporkan sudah ditindak. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan terhadap sistem moderasi.

Untuk menghindari spam farming, pemilik akun besar seperti selebgram, influencer, brand, dan akun dengan follower besar disarankan mengaktifkan fitur blokir dan filter kata.

"Pemilik akun bisa memblokir akun spam satu per satu, atau mengatur kata kunci seperti 'judol', 'slot', 'maxwin', 'gacor', 'scatter' agar komentar yang mengandung kata tersebut otomatis disembunyikan.

Ini cara paling cepat dan tidak perlu menunggu platform bergerak," sarannya.

Ia juga menghimbau masyarakat agar tidak mengklik tautan di kolom komentar, tidak membalas akun spam, serta segera melaporkannya menggunakan fitur yang tersedia.

Membalas komentar spam justru bisa meningkatkan interaksi sehingga algoritma berpotensi menampilkan komentar tersebut ke lebih banyak pengguna.

>>> B50 Resmi Berlaku, Kenapa Solar B40 Masih Dijual di SPBU?

Semakin sedikit interaksi yang diterima akun spam dan semakin cepat laporan dikirimkan, semakin besar peluang promosi judi online dihentikan sebelum menjangkau lebih banyak korban.