"Saya harus tidur. Tapi saya tidak akan bisa tidur," kata Murray-Brown.

Rekannya tetap optimis tentang perjalanan Inggris di turnamen setelah kemenangan sulit ini.

"Saya seorang tukang perancah, jadi saya rasa tidak semuanya akan berjalan mulus," kata Callum Darcy, yang datang dari Bolton bersama teman-temannya.

"Saya seharusnya masuk pukul 07.00, tapi bos memberi saya waktu sampai pukul 12.00," tambah Darcy.

Sebelumnya, venue yang sama menjadi tuan rumah bagi penggemar yang menonton penyerang Norwegia Erling Haaland mengeliminasi Brasil dari kompetisi.

"Ini atmosfer yang luar biasa," kata Darcy saat menggambarkan kunjungan pertamanya ke fan park Manchester.

"Sungguh hebat, semua orang bersama," ujar Darcy.

Layar raksasa itu menarik beragam pengunjung, mulai dari warga lokal hingga wisatawan internasional.

"Kami ingin datang ke fan park terbesar," kata Lucy Kilcoyne, seorang pekerja pub yang hadir.

"Ini luar biasa," tambah Kilcoyne.

Acara multikultural ini juga dihadiri oleh mahasiswa internasional yang tinggal di kota tersebut.

"Saya suka hal multikultural ini," kata Sam Taylor, yang harus menghadiri wisuda taman kanak-kanak pada pagi harinya.

"Saya akan ke sana," tegas Taylor.

Mahasiswa dari Universitas Manchester bergabung dengan kerumunan lokal untuk merasakan budaya sepak bola Inggris secara langsung.

"Kami ingin merasakan atmosfernya, kami tidak mendapatkan ini di negara asal kami," kata Andrew Rinaldy, seorang mahasiswa internasional dari Indonesia.

>>> Alumni FK Universitas YARSI Angkatan 1999 Gelar Khitanan Massal Gratis di Bekasi

Rekan-rekannya menyoroti kehadiran mereka yang konsisten sepanjang turnamen internasional.

"Sepak bola di sini sangat berbeda," tambah Andrea Valerie, yang hadir bersama sesama mahasiswa Indonesia.

Kelompok itu mencatat bahwa mereka telah mengikuti perjalanan skuad Inggris melalui babak-babak sebelumnya.