Pencuri di Inggris terus membidik badge depan dan unit radar pada sejumlah model Volkswagen. Padahal komponen tersebut tidak berguna begitu dicopot dari mobil aslinya.

Menurut laporan Autocar, Claire Coleman, pemilik VW Passat 2.0 TDI di Brixton, London, baru saja kehilangan badge dan radar mobilnya saat terparkir di depan rumah.

>>> Mobil Murah Semakin Langka: Honda dan Ford Hentikan Produksi Model Entry-Level

Tetangganya juga mengalami nasib serupa, bahkan ada yang dua kali.

Setelah radar hilang, sejumlah fitur keselamatan seperti adaptive cruise control, speed limiter, dan lane assistance tidak berfungsi. Dasbor pun menampilkan peringatan "Front Assist not available".

Namun, mobil tetap legal dikendarai karena tidak mempengaruhi kelulusan uji MOT.

Coleman mendapat perbaikan dengan biaya £539 setelah mendapat dukungan dari VW Inggris, padahal harga normal mencapai hampir £2.000 atau sekitar Rp40 juta.

Radar Tidak Bisa Dipakai di Mobil Lain

Seorang mantan teknisi VW mengungkapkan bahwa unit radar hanya bisa digunakan kembali jika dikodekan secara elektronik oleh VW dan dikalibrasi dengan benar.

Artinya, radar curian tidak berguna bagi pencuri.

>>> Restomod Digital Alfa Romeo GT V6: Sentuhan Modern yang Kontroversial

Coleman menyesalkan VW tidak mempublikasikan fakta ini agar pencuri berpikir ulang. Namun, VW khawatir justru akan menarik lebih banyak pencuri jika informasi itu disebarluaskan.

VW menyebut jumlah pencurian badge hanya beberapa ratus kasus, sebagian besar di wilayah London. Perusahaan juga menawarkan paket dukungan bagi pemilik yang terkena dampak.

Masalah Juga Terjadi di AS

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Inggris. Di New York City, pencurian radar dari berbagai merek mobil juga meningkat.

Beberapa perusahaan kini menjual pelindung sensor yang bisa dikunci.

Sebuah petisi Change. org telah dibuat untuk mendesak VW menyelidiki masalah ini, memperingatkan pemilik, dan meringankan beban finansial korban.

>>> Pemburu Emas Tasmania Biayai Toyota Land Cruiser Prado dengan Emas Sungai

Hingga kini, petisi telah mengumpulkan ratusan tanda tangan.