Pada 1965, status lembaga berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Giro. Selanjutnya, pemerintah kembali mengubah bentuk badan usaha menjadi Perusahaan Umum (Perum) Pos dan Giro pada 1978 yang bertugas menyelenggarakan layanan pos dan giro di dalam maupun luar negeri.

Perubahan berikutnya terjadi pada 20 Juni 1995 saat perusahaan resmi menjadi PT Pos Indonesia (Persero). Hingga kini, perusahaan mengelola sekitar 24.000 titik layanan yang menjangkau seluruh kota dan kabupaten di Indonesia, hampir seluruh kecamatan, sekitar 42 persen kelurahan dan desa, serta ratusan kawasan transmigrasi terpencil.

Operasional perusahaan juga didukung lebih dari 4.800 kantor pos yang terintegrasi dengan sistem digital dan jaringan logistik nasional.

Daftar Direktur Utama PT Pos Indonesia

Sejak berstatus sebagai PT Pos Indonesia (Persero), jabatan Direktur Utama telah diisi delapan pejabat definitif dengan total sembilan periode kepemimpinan.

  • Marsetio F. Wijanto (1995–1999)
  • Cigugur S. Samik (1999–2004)
  • Sutrisno (2004–2008)
  • I Ketut Mardjana (2009–2013)
  • Budi Setiawan (2013–2015)
  • Gilarsi Wahju Setijono (2015–2020)
  • Faizal Rochmad Djoemadi (2020–2026)
  • Daud Joseph (Maret 2026–Juli 2026)