Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS dengan pidato di Mount Rushmore National Memorial pada Jumat (4/7/2025).

Dalam pidatonya, Trump menyampaikan retorika tentang keistimewaan Amerika serta peringatan keras terhadap ideologi politik tertentu.

>>> Freddie Freeman Bawa Dodgers Kalahkan Padres 3-0

"Komunisme adalah ancaman mematikan bagi kebebasan Amerika," kata Trump.

Ia melanjutkan dengan membandingkan ideologi tersebut dengan krisis sejarah dan konflik militer yang pernah dihadapi negara itu.

"Ini adalah ancaman terbesar bagi negara kita, termasuk Perang Dunia I, Perang Dunia II, Pearl Harbor, atau bahkan 9/11," ujar Trump.

Pidato tersebut kontras dengan pesan tradisional yang apolitis dan mempersatukan dari presiden sebelumnya pada perayaan Hari Kemerdekaan.

Retorika politik dari acara itu mendapat perspektif berbeda di New York City, di mana pemimpin lokal memberikan interpretasi lain tentang tonggak nasional dan tantangan sosial yang berlangsung.

Wali Kota New York Zohran Mamdani, yang berbicara sebagai seorang sosialis demokrat, menyampaikan pandangannya tanpa menyebut nama presiden secara eksplisit.

"Bekerja setiap hari menuju kesempurnaan yang dikandungnya," kata Mamdani.

Ia juga secara langsung menyinggung retorika imigrasi dan nasionalisme yang umum.

"Dari generasi ke generasi, kita telah diberi tahu bahwa ketika dunia mengirim orang-orangnya ke pantai kita, itu tidak mengirim yang terbaik," ujar Mamdani.

Mamdani menekankan bahwa cita-cita nasional tetap tangguh terhadap tantangan, asalkan warga negara secara aktif menjunjungnya.

"Cita-cita di mana bangsa kita dibangun — mereka cukup kuat untuk bertahan terhadap rezim otoriter mana pun, tetapi hanya jika kita meraihnya," kata Mamdani.

Di luar pidato politik, periode liburan secara signifikan dipengaruhi oleh gelombang panas yang intens di seluruh Amerika Serikat bagian timur.