Amerika Serikat (AS) tidak khawatir dengan peningkatan pergerakan kapal pengangkut minyak Iran. Menurut Washington, pasar minyak Iran semakin terisolasi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan sebagian besar negara bersikap hati-hati karena takut terkena sanksi ekonomi AS. Hal ini mempersempit ruang gerak ekspor minyak Iran.

>>> Kasus Ijazah Jokowi Masuk Mediasi, Pengadilan Beri Waktu Satu Bulan

Bessent mengungkapkan bahwa hanya satu negara yang masih bersedia membeli minyak mentah dari Teheran, yaitu China.

"Tidak ada negara lain selain mereka yang sudah membelinya ketika sanksi masih berlaku," ujarnya, Kamis (2/7).

Akibat terbatasnya pembeli, Iran terpaksa menjual minyak dengan harga diskon. Diskon ini menjadi konsekuensi dari ketidakpastian kebijakan internasional.

>>> Serikat Buruh Desak Pajak JHT Dihapus, Ditjen Pajak: Sedang Dikaji

Washington menilai kondisi ini membuktikan tekanan ekonomi terhadap Iran masih efektif. Terbatasnya akses pasar mempersempit pilihan Iran dalam mempertahankan pendapatan dari sektor minyak.

AS mengonfirmasi jalur diplomasi tetap terbuka. Presiden Donald Trump menyebut pembicaraan lanjutan dijadwalkan di Doha, Qatar.

Bessent juga menyoroti dampak penurunan harga minyak dunia. Ia mendorong pelaku usaha untuk menurunkan harga bahan bakar di tingkat konsumen.

>>> AS Klaim Tekanan Ekonomi Bikin Minyak Iran Tak Laku di Pasar Global

"Mereka mungkin telah meraup keuntungan rekor, kini saatnya berbuat sesuatu bagi rakyat," katanya.