PT Pertamina (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Rabu (1/7).

Kerja sama ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku industri pupuk.

>>> Bupati Kuansing Terjerat Suap Jabatan dan Pelepasan Kawasan Hutan

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan sinergi ini merupakan wujud Asta Cita Presiden RI.

Fokusnya adalah membangun kemandirian bangsa melalui swasembada energi dan pangan.

"Tidak ada bangsa yang benar-benar berdaulat tanpa energi. Dan tidak ada bangsa yang benar-benar kuat tanpa pangan.

Karena itu, Sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan dua fondasi utama kedaulatan Indonesia yakni energi dan pangan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Simon menyebut kolaborasi ini sebagai kebutuhan strategis di tengah tantangan industri saat ini.

Pertamina terus menjalankan transformasi melalui Dual Growth Strategy yang memperkuat bisnis inti dan membangun bisnis rendah karbon menuju Net Zero Emission.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga produktivitas pertanian nasional dan memperkuat industri petrokimia dalam negeri.

"Ketika dua kekuatan ini dipadukan, saya percaya kita tidak hanya menciptakan efisiensi, kita membangun sebuah ekosistem strategis yang memperkuat fondasi industri dan ekonomi Bangsa Indonesia," jelas Simon.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan Indonesia membutuhkan sektor energi yang kuat untuk menggerakkan industri.

Industri yang kuat pada gilirannya dibutuhkan untuk mendukung ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

>>> Belanja Iklim APBN Rp73,5 T per Tahun, Kemenkeu: Baru 12,9% Kebutuhan

Ia menilai Pertamina dan Pupuk Indonesia mengemban mandat yang saling melengkapi.

"Pertamina dan Pupuk Indonesia mengemban mandat yang saling melengkapi.