AVPN, platform dampak sosial terbesar di Asia, mengumumkan evolusi strategi produk dan model komunitasnya. Langkah ini merespons perubahan lanskap makro global dan urgensi kebutuhan dampak di Asia.

Kawasan ini menghadapi kebutuhan pendanaan sebesar USD 26 triliun hingga 2030 untuk mempertahankan pertumbuhan, memberantas kemiskinan, dan merespons perubahan iklim.

>>> Allpack Surabaya 2026 Digelar 4 Hari, Hadirkan Inovasi Kemasan Lokal dan Global

AVPN menyerukan para filantropis, pemilik modal, dan pemimpin pemerintah Asia untuk mengambil tindakan transformatif.

Memasuki tahun ke-15, AVPN menegaskan perannya sebagai platform yang dibangun atas realitas di lapangan.

Strategi ini mendorong Asia yang lebih makmur dan inklusif serta memperkuat pengaruh kawasan dalam aksi dampak global.

Kesenjangan Pendanaan dan Peluang Kepemimpinan Asia

Ketua AVPN Achal Agarwal menekankan bahwa Asia tidak bisa lagi menjadi partisipan pasif dalam percakapan dampak global.

Menurutnya, kesenjangan USD 26 triliun bukan sekadar kekurangan pendanaan, melainkan peluang bagi Asia untuk merancang cetak biru sendiri.

Lanskap dampak Asia memasuki fase kompleksitas dan urgensi yang lebih tinggi. Meski kumpulan modal bertambah, penyalurannya masih terfragmentasi antar pasar, sektor, dan prioritas pemangku kepentingan.

Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) turun 23,1% pada 2025 dan diperkirakan terus menurun pada 2026, sementara kebutuhan meningkat.

Asia juga menghadapi kesenjangan pendanaan SDG tahunan sebesar USD 1,5 triliun.

Model Komunitas dan Prioritas Tematik Baru

Evolusi strategi AVPN memperkenalkan model komunitas yang dirancang ulang untuk dampak skala besar.

>>> Victor Willis, Vokalis Village People, Meninggal di Usia 74

Dua jalur utama adalah Vantage, pengalaman berbasis hubungan berbayar untuk keterlibatan strategis, dan Discovery, jalur fleksibel dengan akses gratis dan bayar per penggunaan.