Kegagalan Timnas Korea Selatan melangkah ke babak gugur Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Pelatih Hong Myung-bo kini menjadi sasaran kemarahan suporter.

Korea Selatan hanya mengumpulkan tiga poin di fase grup. Hasil itu membuat mereka gagal lolos ke babak 16 besar.

>>> Bupati Kuansing Minta 'Mahar' Land Cruiser Rp2 M untuk Jabatan Sekda

Kekecewaan suporter meluap begitu tim dipastikan tersingkir. Tekanan terhadap Hong Myung-bo disebut semakin mengkhawatirkan.

Media Korea Selatan, Chosun, melaporkan bahwa mantan kapten timnas itu menjadi sasaran aksi boikot. Ia juga menerima ancaman pembunuhan dari oknum yang kecewa.

"Restoran dan toko mulai mengumumkan memboikot (Hong Myung-bo) untuk masuk ke dalam. Kemudian di jagat maya muncul pula ancaman pembunuhan terhadapnya," tulis Chosun.

Pelatih berusia 57 tahun itu kini menghadapi tekanan besar setelah gagal membawa Korea Selatan bersaing di Piala Dunia 2026.

Protes Warnai Kepulangan Timnas Korea Selatan

Setelah tersingkir, rombongan Timnas Korea Selatan telah kembali ke negaranya. Kepulangan mereka di bandara diwarnai protes dari pendukung yang kecewa.

>>> KPK Temukan Land Cruiser yang Diduga Jadi 'Mahar' Jabatan Sekda Kuansing

Sejumlah spanduk bernada kritik terlihat menyambut para pemain dan staf pelatih. Hong Myung-bo bahkan mendapat pengawalan ketat saat meninggalkan area bandara.

Meski atmosfer diwarnai aksi protes, proses kepulangan skuad Taeguk Warriors dilaporkan berlangsung aman tanpa insiden berbahaya.

Prestasi Korea Selatan Kembali Jadi Sorotan

Kegagalan di Piala Dunia 2026 memperpanjang penantian Korea Selatan untuk kembali mencatat prestasi besar. Pencapaian terbaik mereka masih saat menembus semifinal Piala Dunia 2002.

Sejak momen bersejarah itu, Korea Selatan belum pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar. Mereka juga pernah gagal lolos dari fase grup pada edisi 2014 dan 2018.

Sempat bangkit dengan mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2022, performa Korea Selatan kembali menurun pada edisi 2026.

>>> Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026

Hasil ini diperkirakan memicu evaluasi besar-besaran di Federasi Sepak Bola Korea Selatan.