Serbuan Mobil China dan Rencana Mobil Nasional Tunda Insentif EV
Pemerintah Indonesia menunda pemberian insentif untuk kendaraan listrik (EV) karena tengah menyiapkan program mobil nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan insentif EV masih dalam tahap evaluasi.
>>> Harga iPad dan iPhone 17 Naik di Indonesia, Ini Daftarnya
"Nanti masih dievaluasi, terutama kita sedang mempersiapkan mobil nasional," ujar Airlangga seperti dikutip Antara.
Serbuan Mobil China Jadi Momentum
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan Indonesia tidak perlu gentar menghadapi serbuan produk otomotif China.
Menurutnya, persaingan ketat di pasar EV harus dijadikan pelecut semangat untuk membangun merek otomotif lokal yang kompetitif.
"China bisa dikatakan merajai pasar EV dunia.
Memang banyak yang merasa berat menghadapi mereka, tapi jangan lupa bahwa keberhasilan mereka diawali dengan ketidaksempurnaan, penuh trial and error, serta pengembangan melalui riset berkelanjutan," ujar AHY.
AHY optimistis Indonesia memiliki modal besar untuk bersaing, yakni kekayaan sumber daya alam serta talenta manusia yang mumpuni.
Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki insinyur-insinyur terbaik yang sanggup menguasai teknologi otomotif terkini melalui skema joint research dan joint production.
>>> Mariners Lakukan Penyesuaian Roster dan Lineup Jelang Lawan Angels
Strategi pemerintah ke depan adalah memperkuat kemandirian industri melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Langkah ini dilakukan secara bertahap agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen yang mampu menghadirkan kendaraan dengan komponen lokal dominan hingga 100 persen buatan dalam negeri.
"Bapak Presiden sering menekankan tekad kuat untuk menghadirkan industri otomotif nasional berbasis listrik.
Kita membuka kerja sama dengan korporasi besar dunia sebagai bagian dari semangat alih teknologi," tambah AHY.
Pabrik Mobil Nasional di Subang
Sebagai perwujudan konkret dari visi jangka panjang tersebut, pemerintah telah menyiapkan infrastruktur pendukung, yakni pabrik mobil nasional yang berlokasi di Subang, Jawa Barat.
Proyek ini dipersiapkan dengan target ambisius: pada jangka menengah (2028), pabrik ditargetkan mulai memproduksi sebanyak 50.000 unit kendaraan per tahun.
Untuk jangka panjang, kapasitas produksi diharapkan terus meningkat hingga mencapai 300.000 unit per tahun.
>>> Daftar Keluarga Raffi Ahmad yang Menjabat di Pemerintahan dan BUMN, dari Bupati hingga Komisaris
Dengan kombinasi antara keterbukaan pada kolaborasi global dan dorongan kuat pada pengembangan teknologi domestik, pemerintah menargetkan Indonesia dapat segera memiliki industri otomotif nasional yang mandiri dan mampu bersaing di kancah dunia.
Update Terbaru
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Berstatus Tanggap Darurat
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Taylor Swift Siapkan Banyak Gaun Pengantin, Terinspirasi dari Elizabeth Taylor
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Emina Glosszilla Lip Jelly Vinyl, Lip Cream Glossy Ringan dengan Efek Bibir Plumpy
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Sah! Ojol Resmi Jadi UMKM Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Terbuka Terima Kritik
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB






