Pemandangan di SPBU kini tak asing lagi: pengendara mobil menunjukkan gambar kotak hitam putih kepada petugas sebelum mengisi bahan bakar subsidi.

Banyak yang menyebutnya barcode Pertamina, namun tahukah Anda arti sebenarnya?

>>> Inggris Bersiap Hadapi DR Congo di Babak 32 Besar Piala Dunia

Bagi sebagian orang, kode batang itu hanya syarat administrasi untuk membeli Pertalite atau Solar. Padahal, di baliknya terdapat teknologi canggih dan sistem basis data raksasa.

Identitas Digital Kendaraan

Arti kode batang BBM Pertamina pada dasarnya adalah KTP digital untuk kendaraan.

Saat mendaftar melalui situs web atau aplikasi MyPertamina, pengguna wajib memasukkan data penting seperti pelat nomor, kapasitas mesin, foto STNK, hingga identitas pemilik.

Semua informasi sensitif ini dienkripsi dan diubah menjadi kode QR unik. Bukan sekadar pola acak, gambar itu adalah tautan aman ke pangkalan data pusat.

Ketika petugas SPBU memindai kode menggunakan alat EDC, mesin secara instan memanggil identitas kendaraan untuk diverifikasi sebelum pompa bahan bakar diaktifkan.

Pengatur Kuota Subsidi yang Presisi

Alasan utama penerapan sistem QR Code MyPertamina adalah memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

Sistem bekerja secara waktu nyata: setiap kali barcode dipindai dan transaksi berhasil, pangkalan data mencatat berapa liter bahan bakar yang masuk.

Pemerintah telah menetapkan batas kuota harian untuk Solar dan Pertalite.

>>> Leigh Leopards Rekrut Lazarus Vaalepu dari Melbourne Storm

Jika kendaraan sudah mencapai batas maksimal, mesin EDC akan otomatis menolak transaksi berikutnya pada hari yang sama, meskipun di SPBU lain.

Fungsi ini secara efektif mencegah praktik penimbunan atau pembelian berulang oleh oknum yang merugikan masyarakat.