Memasuki era baru setelah merilis album terbaru "ARIRANG," para akademisi dari seluruh dunia akan berkumpul di Korea untuk mengkaji pengaruh budaya BTS melalui fandom, teknologi, politik, dan globalisasi.

Konferensi BTS: A Global Interdisciplinary Conference kelima akan berlangsung Kamis dan Jumat di International Convention Center, Jeonbuk National University, dengan tema "The Next Generation Hallyu & BTS."

>>> BTS Suga Dikabarkan Raup Untung 20 Kali Lipat dari Investasi di SpaceX

Acara ini diselenggarakan oleh International Society for BTS Studies (ISBS) dan menghadirkan 50 pembicara dari 10 negara, termasuk Korea, Amerika Serikat, Indonesia, Filipina, Vietnam, Mongolia, Republik Ceko, Kanada, Australia, dan Jepang.

Konferensi ini turut digagas oleh Namwon Glocal Campus Administration Jeonbuk National University, Center for Glocal University Project, departemen K-entertainment, dan Big Movement.

Pembicara Utama dan Sesi Akademik

Pembukaan konferensi akan diisi oleh Lee Ji-haeng, profesor K-entertainment di Jeonbuk National University, yang menyampaikan pidato utama tentang signifikansi budaya "babak baru" BTS pasca-wamil.

Presentasinya akan mengkaji bagaimana fandom, teknologi digital, komunikasi global, dan keterlibatan sipil terus membentuk pengaruh grup tersebut.

Konferensi dua hari ini mencakup 11 sesi akademik yang membahas topik mulai dari komunitas penggemar dan teknologi digital hingga filsafat, keberlanjutan, dan agama.

Sesi pembukaan khusus akan menampilkan wawancara dengan sineas Bao Nguyen, sutradara film dokumenter Netflix "BTS: The Return."

Nguyen menggambarkan masa hiatus dan reuni BTS sebagai Odyssey modern, dan menekankan bahwa dokumenter tersebut sengaja tidak menyederhanakan budaya Korea atau BTS untuk penonton Barat.

Sesi lain akan mengeksplorasi bagaimana K-pop terus berkembang lintas budaya.

>>> Agensi CORTIS Ambil Langkah Hukum Usai Pelacak GPS Ditemukan di Kendaraan Grup