BigHit Music, agensi yang menaungi grup K-pop CORTIS, mengambil langkah hukum tegas terkait perilaku invasif dan jahat yang menargetkan para anggota, termasuk dugaan pelanggaran privasi oleh penggemar obsesif.

Agensi menyampaikan hal tersebut melalui pengumuman di platform penggemar Weverse pada Senin. BigHit Music secara rutin mengajukan pengaduan pidana berdasarkan pemantauan 24 jam dan laporan yang dikirimkan penggemar.

>>> RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop

BigHit Music menyatakan telah terus mengambil tindakan tegas terhadap unggahan jahat di dunia maya, pelanggaran hak artis, penyebaran informasi penerbangan secara ilegal, serta pelanggaran privasi atau etika penggemar lainnya.

“Kami mengidentifikasi unggahan dan komentar di berbagai platform yang melanggar hak para artis,” kata agensi tersebut.

Pengaduan terbaru mencakup konten yang mengandung penghinaan, penyebaran informasi palsu tentang artis dan karya mereka, serta gambar yang diedit secara jahat yang melanggar martabat atau menyebabkan penghinaan seksual.

Agensi juga mengumpulkan bukti terhadap sejumlah akun dengan volume tinggi yang dituduh menjual informasi pemesanan penerbangan internasional artis melalui media sosial dan platform lain.

“Kami mengajukan pengaduan pada bulan Mei, dan penyelidikan sedang berlangsung,” ujar agensi.

“Baik penjualan maupun pembelian informasi penerbangan artis merupakan tindakan ilegal yang dapat melanggar Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi dan Undang-Undang tentang Promosi Pemanfaatan Jaringan Informasi dan Komunikasi serta Perlindungan Informasi.”

BigHit Music juga mengambil tindakan atas beberapa insiden yang melibatkan akses tidak sah ke ruang pribadi, termasuk area parkir tempat tinggal CORTIS.

>>> Laporan K-pop: Dari Meme Hooks hingga Industrial Pop, Inilah yang Mendefinisikan Dua Bulan Terliar K-pop

Insiden lain termasuk upaya mendekati anggota dengan menyamar sebagai staf acara atau pejabat lain, mengikuti mereka ke lokasi terkait jadwal yang tidak diumumkan, serta mendekati mereka saat beristirahat di ruang tunggu bandara atau di dalam pesawat.