Saat jantung tiba-tiba berdebar lebih cepat dan tidak teratur, lalu diikuti rasa ringan di kepala, pandangan gelap, hingga hilang kesadaran, kondisi ini sering dianggap kelelahan biasa.

Padahal, jantung berdebar yang sampai menyebabkan pingsan bisa menjadi tanda aritmia atau gangguan irama jantung yang perlu segera diperiksa oleh ahli.

>>> Google Perluas Fitur Pembuatan Gambar Personal di Gemini untuk Pengguna AS

Menurut dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.

JP(K), spesialis jantung konsultan aritmia di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, aritmia membuat jantung berdetak tidak teratur, terlalu cepat, atau terlalu lambat.

Akibatnya, aliran darah ke otak dan organ vital lain menurun, sehingga seseorang bisa mengalami pusing hingga kehilangan kesadaran mendadak.

"Gejala pusing atau pingsan yang diawali jantung berdebar tidak boleh dianggap sepele dan perlu segera dievaluasi," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).

Risiko aritmia meningkat pada individu dengan riwayat penyakit jantung, penyakit jantung bawaan, atau riwayat keluarga dengan kematian mendadak di usia muda.

Pingsan saat berolahraga tanpa gejala peringatan juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda gangguan irama jantung yang berisiko menyebabkan kematian jantung mendadak.

Kondisi ini termasuk salah satu jenis aritmia yang paling dikhawatirkan.

"Setelah sadar, jika masih muncul keluhan seperti jantung berdebar, nyeri dada, sesak napas, atau tubuh lemas, segera periksakan," tutur dr. Agung.

Keluhan jantung berdebar disertai pingsan memerlukan evaluasi medis segera, terutama jika terjadi mendadak, berulang, atau disertai nyeri dada dan sesak napas.

>>> 75 Nama Bayi Laki-Laki Islami 2-3 Kata Pembawa Berkah dan Artinya

Pemeriksaan deteksi dini penting untuk mengetahui penyebab dan mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.