"Karena itulah, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas juga terutama di STEM, latihan vokasi, dan juga bagaimana kita meningkatkan keterampilan generasi muda kita lebih baik lagi ke depan," ucap Cecep.

Dalam kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada April 2026 lalu, Indonesia dan Korea mengumumkan 10 nota kesepahaman (MoU).

MoU tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari Dialog Strategis Komprehensif Khusus, Kerja Sama Ekonomi 2.0, Kemitraan Mineral Kritis, Pengembangan Digital, hingga AI untuk Kesehatan Dasar dan Pembangunan Manusia.

Selain itu, ada juga MoU tentang Energi Bersih, Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS), Industri Jasa Pembangkit Lepas Pantai, Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, serta Kerja Sama Keuangan antara Danantara dan Exim Bank of Korea.

Prabowo menyebut di tengah geopolitik yang penuh ketidakpastian, hubungan antar negara seperti Indonesia dengan Korea menjadi semakin penting.

Ia menilai kedua negara memiliki potensi saling melengkapi dalam berbagai sektor strategis.

"Kita berdua adalah negara di Pasifik. Kita berdua adalah negara perdagangan.

>>> Pertamina Perkuat Distribusi Energi hingga ke Pelosok Negeri

Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi," ujar Prabowo.