Penggunaan tawas sebagai solusi alami menghilangkan bau ketiak kembali populer di tengah maraknya deodoran kimia.

Kristal bening yang dulu dikenal untuk menjernihkan air ini kini menjadi primadona perawatan tubuh alami.

>>> Bingung Pilih AC Low Watt atau Inverter? Ini Perbedaannya, Jangan Salah Beli

Tawas bekerja dengan cara membasmi bakteri penyebab bau, bukan sekadar menutupi aroma. Lantas, bagaimana mekanisme kerjanya?

Membasmi Bakteri, Bukan Menghilangkan Keringat

Bau ketiak sebenarnya tidak berasal dari keringat itu sendiri. Keringat dari kelenjar apokrin tidak berbau.

Bau muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri seperti Staphylococcus hominis yang hidup di permukaan kulit. Bakteri ini memecah protein dalam keringat menjadi asam yang memicu aroma tidak sedap.

Tawas, atau Potassium Alum, bertindak sebagai agen antimikroba.

Saat dioleskan ke kulit basah, tawas meninggalkan lapisan tipis garam mineral yang menciptakan lingkungan asam tidak disukai bakteri.

>>> Libur Sekolah Sampai Kapan? Ini Jadwal Masuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Sifat Adstringen dan Antibakteri

Menurut laman medis Alomedika, tawas memiliki sifat fisikokimia unik. Alum bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) pada area lembap.

Selain itu, tawas bersifat adstringen yang dapat mengecilkan pori-pori kulit sementara. Hal ini membantu mengontrol produksi keringat tanpa menyumbat kelenjar keringat sepenuhnya.

Pakar dermatologi menyebut keunggulan tawas terletak pada molekulnya yang besar.

Berbeda dengan aluminum chlorohydrate dalam deodoran komersial yang masuk ke pori-pori, molekul tawas tetap di permukaan kulit sehingga risiko iritasi internal lebih rendah.

>>> Studi: Mengemudi Mobil Manual Lebih Sehat untuk Otak Dibanding Matik

Keunggulan Tawas Dibanding Deodoran Biasa

Tawas bebas aroma, tidak meninggalkan noda pada pakaian, ramah lingkungan, dan sangat ekonomis. Keunggulan ini membuat banyak orang beralih ke tawas sebagai deodoran alami.