SpaceX baru saja meluncurkan kapsul berbentuk piring terbang bernama Starfall dalam misi yang dijaga ketat. Peluncuran dilakukan pada Selasa dini hari dari Cape Canaveral menggunakan roket Falcon 9.

Berbeda dengan uji coba biasanya yang disiarkan langsung secara penuh, kali ini SpaceX hanya menayangkan momen awal peluncuran.

>>> Prediksi Pasar untuk Kebakaran Hutan: Taruhan pada Bencana

Tahap atas roket dan bagian kritis misi tidak diperlihatkan ke publik.

Kapsul Starfall memiliki diameter 10 kaki dan tinggi 2 kaki. Secara resmi, SpaceX menyebutnya sebagai laboratorium mikrogravitasi untuk penelitian dan manufaktur di luar angkasa.

Namun, banyak pihak menduga misi ini terkait dengan kepentingan militer. Pentagon telah lama tertarik pada kemampuan pengiriman barang cepat melalui luar angkasa.

SpaceX sendiri memiliki kontrak dengan Departemen Pertahanan AS, termasuk Proyek Cargo yang menggunakan roket Starship untuk mengirim pasokan ke seluruh dunia.

>>> Drakor The Trauma Code: Heroes on Call Season 2 Dikabarkan Syuting Tahun Ini

Informasi tentang Starfall muncul dari dokumen penilaian lingkungan Badan Penerbangan Federal (FAA) bulan lalu. Dalam siaran singkat, SpaceX menyebut Starfall sebagai peluang bagi peneliti dan pengusaha.

Setelah peluncuran, SpaceX hanya mengonfirmasi bahwa Starfall telah terdeploy. Tidak ada informasi apakah kapsul tersebut selamat saat masuk kembali ke atmosfer atau berhasil dipulihkan.

Misi yang tidak biasa ini terjadi tak lama setelah IPO besar SpaceX.

>>> 5 Drama Korea Rating Tertinggi Minggu Ketiga Juni 2026

Kerahasiaan ini memperkuat spekulasi bahwa Starfall kelak akan digunakan militer untuk mengirim senjata dan amunisi secara cepat.