Pemerintah Iran mengklaim akan segera menerima pencairan dana beku senilai US$6 miliar yang disimpan di Qatar.

Dana tersebut disebut sebagai prasyarat penting untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.

>>> Retailer Peringatkan Kelangkaan PS5 dan Xbox Jelang Rilis GTA 6

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut kesepakatan sementara ini sebagai kemenangan besar bagi rakyatnya. Ia mengatakan mekanisme pengembalian dana dari total US$12 miliar aset Iran telah disusun.

Pezeshkian tidak merinci jadwal pencairan atau mekanisme penyaluran dana. Ia juga tidak menyebut apakah pencairan itu bagian dari kesepakatan resmi dengan AS.

Klaim ini pertama kali disampaikan pejabat tertinggi Iran. Sebelumnya, isu pencairan dana beku lebih banyak muncul dari laporan media dan sumber diplomatik.

Qatar kembali berperan sebagai mediator bersama Pakistan dalam diplomasi Iran-AS. Namun, klaim Iran belum mendapat konfirmasi dari pihak lain.

Pemerintah AS menyatakan belum ada dana musuh yang dibekukan di luar negeri dan dilepaskan sebagai bagian negosiasi. Pernyataan ini menunjukkan perbedaan narasi antara kedua negara.

>>> Dbrand Akui Konyol Jual Casing Steam Machine Bertema Portal Tanpa Izin Valve

Qatar juga belum mengumumkan transfer dana kepada Iran. Negara tersebut masih belum memberikan penjelasan resmi mengenai status dana.

Perbedaan pernyataan ketiga pihak menimbulkan pertanyaan tentang kemajuan negosiasi. Jika dana benar-benar dicairkan, langkah itu bisa menjadi terobosan besar dalam hubungan Iran-AS.

Bagi Iran, akses dana beku strategis untuk memperkuat ekonomi yang tertekan sanksi. Bagi AS, keputusan pencairan aset diperkirakan menjadi isu sensitif di dalam negeri dan di Timur Tengah.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah pencairan US$6 miliar akan menjadi bagian dari kesepakatan final.

>>> Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis Trailer Kedua, Tayang Musim Gugur Ini di Netflix

Namun, klaim ini menunjukkan akses aset beku sebagai elemen penting dalam diplomasi kedua negara.