Xbox dikabarkan memperlambat strategi menghadirkan gim pihak ketiga ke layanan Game Pass.

Informasi ini muncul dari pernyataan sejumlah pengembang industri, memicu pertanyaan baru soal masa depan layanan berlangganan Microsoft.

>>> Pria Illinois Gugat DraftKings Usai Kehilangan Rp31 Miliar karena Judi

Fernando Rizo, Partner di Kaboodle Games, mengungkapkan bahwa beberapa pengembang yang sedang dalam negosiasi kesepakatan Game Pass diberi tahu bahwa diskusi tiba-tiba dihentikan.

Microsoft belum mengonfirmasi laporan tersebut.

Negosiasi Game Pass Disebut Macet

Dalam podcast The Business of Video Games yang dipandu CEO Arrowhead Game Studios Shams Jorjani, Rizo menceritakan percakapannya dengan sesama pengembang di ajang First Playable di Italia.

"Kabar yang beredar, banyak orang yang sedang dalam proses kesepakatan Game Pass... semuanya tiba-tiba kehilangan pijakan," kata Rizo.

Ketika ditanya apakah kesepakatan dibatalkan sepenuhnya, ia menjelaskan bahwa kemungkinan hanya ditunda. "Saya pikir ini dijeda.

Mereka sedang memikirkan ulang—itu menurut saya," ujarnya.

Rizo juga menambahkan bahwa Kaboodle Games menyelesaikan kesepakatan Game Pass mereka awal tahun ini dan menduga itu "mungkin salah satu yang terakhir mereka lakukan."

Xbox Game Pass selama ini mengandalkan rilis first-party Microsoft dan gim pihak ketiga AAA serta indie.

Banyak studio independen melihat layanan ini sebagai cara mengurangi risiko finansial melalui pembayaran lisensi yang terjamin.

>>> Sutradara Fallout: New Vegas Puji Serial Amazon sebagai Adaptasi Game Terbaik

Kabar jeda ini muncul di tengah perubahan besar di Xbox. Awal tahun ini, Phil Spencer pensiun sebagai CEO Microsoft Gaming dan digantikan Asha Sharma.

Menurut sejumlah laporan, Microsoft sedang merestrukturisasi divisi gimnya dengan kemungkinan PHK dan penutupan studio lebih lanjut.