Studio indie Hollywood A24 tengah menghadapi krisis kepercayaan dari para penggemarnya setelah mengumumkan kemitraan riset kecerdasan buatan (AI) dengan Google.

Kesepakatan senilai $75 juta itu diungkap oleh Wall Street Journal pekan lalu. Tujuannya adalah mengembangkan alat AI baru untuk produksi film.

>>> 5 Drama Korea dengan Kisah Mirip Teach You A Lesson

Kabar ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena A24 baru saja meraih sukses besar lewat film horor 'Backrooms' yang meraup lebih dari $330 juta secara global dengan anggaran hanya $10 juta.

Sutradara 'Backrooms', Kane Parsons, dikenal sebagai kritikus vokal AI. Ia menyebut teknologi itu 'benar-benar berbahaya' bagi kreativitas.

Dalam wawancara dengan Deadline, Parsons mengatakan bahwa AI generatif terasa kurang seperti inovasi dan lebih seperti gejala pembusukan budaya dan ekonomi.

Reaksi penggemar pun meledak di media sosial.

Sebuah unggahan di subreddit A24 yang banyak beredar menyatakan, 'Mungkin kita harus menerima bahwa era A24 sudah berakhir.'

>>> Lee Do Hyun Dapat Tawaran Bintangi Drakor Aksi 'Destroyer of Destruction'

Unggahan itu menambahkan bahwa studio indie seperti A24 pada akhirnya selalu 'dikonsumsi oleh kepentingan korporat', seperti Miramax dan New Line Cinema sebelumnya.

Menanggapi kemarahan penggemar, kepala komunikasi A24 Sophia Shin mengatakan kepada Wired bahwa kemitraan ini bersifat riset. 'Kami bekerja berdampingan dengan peneliti DeepMind untuk belajar, mengulang, dan membangun,' ujarnya.

Shin menambahkan bahwa A24 ingin memiliki suara dalam membentuk alat yang dibuat untuk para seniman. 'Kami lebih memilih duduk di meja daripada di pinggir lapangan,' katanya.

Namun, upaya A24 meredakan situasi justru menuai cemoohan. Seorang pengguna Twitter bertanya, 'Mengapa seniman perlu bersuara dalam membentuk alat yang seharusnya tidak pernah mereka gunakan?'

Pengguna Reddit lain mengejek pernyataan Shin dengan menyebut 'meja berkaki enam', merujuk pada kegagalan awal AI dalam menggambar jumlah jari yang benar.

>>> Bocoran Event Mobile Legends Juli 2026: Kolaborasi Street Fighter 6 hingga MSC di Paris

Krisis ini menunjukkan betapa sensitifnya isu kemitraan AI di industri hiburan. Meskipun banyak tokoh Hollywood menentang AI, studio tetap menandatangani kontrak menguntungkan yang membuat penggemar kecewa.