Polisi Australia tengah menyelidiki ancaman bom yang dialami sebuah penerbangan Qantas menuju Dubbo, New South Wales. Pesawat tersebut membawa 74 penumpang dan beberapa awak kabin.

Ancaman bom diterima melalui telepon saat pesawat dalam perjalanan. Pihak berwenang segera mengaktifkan prosedur keamanan dan mengevakuasi Bandara Dubbo Regional.

>>> Josh Duggar Dipindahkan ke Penjara Federal Baru, Pengacara Sebut Tindakan 'Punitif'

Wali Kota Dubbo Regional, Josh Black, mengonfirmasi bahwa pesawat telah mendarat dengan selamat pada Senin pagi waktu setempat.

Seluruh penumpang dan kru telah turun dari pesawat.

"Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh layanan darurat terkait," ujar Black. Polisi menyatakan tidak ada risiko langsung terhadap keselamatan publik.

>>> Bukan Druski, Produksi BET Awards yang Mainkan Saxophone Saat Pidato SZA dan Doechii

Juru bicara Qantas mengatakan insiden keamanan itu telah diselidiki dan penerbangan kini kembali beroperasi normal. "Kami menyadari hal ini pasti mengganggu dan mencemaskan bagi pelanggan.

Kami berterima kasih atas kepatuhan mereka terhadap instruksi kru dan otoritas setempat. Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami," ujarnya.

>>> Orangtua yang Tega Bunuh Anak Obesitas 7 Tahun Kini Nikmati Makanan Bergizi di Penjara

Bandara Dubbo Regional sempat ditutup sementara untuk proses evakuasi dan penyelidikan. Polisi masih berada di lokasi untuk memantau situasi.