Sebuah studi yang diterbitkan di Nature oleh peneliti dari Curtin University dan University of Aberystwyth berhasil mengidentifikasi sumber geologis Batu Altar Stonehenge.

Data menunjukkan bahwa pilar pusat monumen tersebut tidak berasal dari Wales atau Inggris, melainkan dari Cekungan Orcadian di timur laut Skotlandia, setidaknya 750 kilometer dari Dataran Salisbury.

>>> Otak: Organ Seks Terkuat yang Tak Terduga

Penemuan ini mengindikasikan bahwa masyarakat Neolitikum di Inggris memiliki kemampuan transportasi jarak jauh, konektivitas, dan organisasi sekitar tahun 2500 SM yang sebelumnya dianggap mustahil oleh para sejarawan.

Transportasi Manusia vs. Gletser

Ketika ditemukan ketidaksesuaian geografis dalam arkeologi, para ahli geologi pertama-tama mencari penjelasan alami.

Selama beberapa dekade, teori utama menyebutkan bahwa gletser berat selama Zaman Es terakhir mungkin telah membawa bongkahan batu pasir seberat enam ton itu ke selatan, menjatuhkannya di dekat Dataran Salisbury sebagai puing alami.

Pemodelan aliran es terpisah dan analisis geologis yang diterbitkan dalam Journal of Quaternary Science melacak jalur glasial kuno di seluruh Inggris untuk menguji gagasan ini.

Data menunjukkan bahwa meskipun beberapa arus es memindahkan material berbatu besar ke selatan, jalur tersebut bergerak ke timur menuju Laut Utara, mengendapkan material di area seperti Dogger Bank yang kini tenggelam.

Para peneliti memastikan bahwa tidak ada rute glasial langsung yang menghubungkan timur laut Skotlandia ke selatan Inggris.

Karena alam tidak memindahkan batu tersebut, transportasi itu jelas merupakan upaya manusia.

"Bukti menunjukkan pergerakan yang disengaja dan direncanakan dengan cermat melintasi berbagai lanskap," kata Anthony Clarke, penulis utama studi Nature.

"Batu itu kemungkinan dipindahkan secara bertahap, menggabungkan transportasi darat dengan navigasi sungai atau pesisir."