Provinsi Hunan di China tengah menjelma menjadi tujuan baru bagi kalangan diplomatik dan bisnis asing yang berbasis di Hong Kong.

Dulu lebih dikenal karena pemandangan alamnya, kini Hunan menarik perhatian berkat kemajuan manufaktur, inovasi teknologi, dan kehidupan perkotaan yang dinamis.

>>> Bintang 'Mormon Wives' Layla Taylor Umumkan Dirinya Biseksual

Sebuah delegasi yang terdiri dari pejabat konsuler asing, eksekutif perusahaan multinasional, dan pimpinan kamar dagang baru-baru ini mengunjungi tiga kota di Hunan: Changsha, Xiangtan, dan Zhuzhou.

Kunjungan itu diselenggarakan oleh Kantor Komisioner Kementerian Luar Negeri China di Daerah Administratif Khusus Hong Kong.

Para peserta mengeksplorasi kekuatan Hunan di bidang manufaktur canggih, biomedis, dan energi hijau.

Bagi sebagian besar pengunjung yang baru pertama kali datang, pengalaman itu melampaui ekspektasi dan mengubah pandangan mereka tentang kawasan pedalaman China.

Perusahaan Hunan Pamerkan Daya Saing Global

Delegasi mengunjungi sejumlah perusahaan terkemuka seperti Zoomlion, CRRC Zhuzhou Locomotive Co., Ltd., dan Broad Group.

David Whitwam, ketua Kamar Dagang Selandia Baru di Hong Kong, mengatakan mesin ramah lingkungan Zoomlion sudah biasa terlihat di lokasi konstruksi Hong Kong.

Ia menekankan potensi kerja sama industri antara Hunan dan Selandia Baru di bidang manufaktur canggih, teknologi hijau, dan pertanian.

Darya Bohdan, kuasa usaha ad interim Konsulat Jenderal Belarus di Hong Kong, menyoroti kehadiran jangka panjang Zoomlion di Taman Industri Great Stone, proyek unggulan kerja sama ekonomi Belarus-China.

Ia juga terkesan dengan teknologi konstruksi modular Broad Group yang efisien, yang dinilai dapat memenuhi kebutuhan perumahan dan komersial Belarus.

Sistem Angkutan Cepat Otonom (ART) buatan CRRC menarik perhatian Alfred Cheng Man On, kepala perbankan korporat di Cabang Hong Kong Bank Negara Indonesia.