>>> Momen Jepang Hajar Brasil Jelang 32 Besar Piala Dunia 2026

Tetapi pola pelekatan, gaya pengasuhan, stabilitas emosi orang tua, dan kualitas hubungan pernikahan ikut memengaruhi perkembangan emosi anak," jelasnya.

Karena itu, orang tua perlu memberi perhatian tidak hanya pada kemampuan akademik anak, tetapi juga pada kesehatan mental, kemampuan mengenali emosi, hingga cara anak membangun relasi dengan orang lain.

Pentingnya Deteksi Dini Perkembangan Emosi

Ayoe juga menilai deteksi dini terhadap perkembangan mental dan emosional anak menjadi langkah penting agar potensi hambatan dapat diketahui lebih cepat.

Ia menyambut hadirnya fitur skrining perkembangan mental dan emosi anak melalui Psikolog Corner by Teman Bumil & Parenting.

Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu orang tua memahami karakter sekaligus perkembangan emosional anak.

"Skrining ini bisa menjadi langkah awal jika ditemukan ada penyimpangan atau ada sebagian aspek emosi yang belum berkembang, sehingga orang tua bisa melakukan stimulasi dan terapi sejak dini," ujarnya.

Manager Teman Bumil & Parenting, Intan Anindyana Hapsari, mengatakan fitur tersebut dirancang agar mudah diakses oleh orang tua.

"Skrining perkembangan mental dan emosi cukup dilakukan dengan menjawab delapan pertanyaan, dan akan langsung keluar hasilnya, yakni normal, perlu konsultasi, atau ada penyimpangan," kata Intan.

Ia menambahkan, selain hasil skrining, orang tua juga dapat mengakses berbagai materi edukasi mengenai kesehatan mental dan emosional anak melalui artikel, video, hingga kelas edukasi bersama para ahli.

>>> Genshin Impact Hadirkan Sistem Dialog Lebih Cepat di Luna VIII, Mendekati Tombol Skip

Ke depan, platform tersebut juga akan menghadirkan fitur skrining kesiapan sekolah, tes minat dan bakat, serta layanan telekonsultasi psikolog melalui chat dan video call.