"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas kekecewaan besar akibat hasil yang tidak bisa diterima ini.

Kami akan segera melakukan reformasi tata kelola olahraga agar hal seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya.

Sebelum Piala Dunia, Hong sebenarnya sudah mendapat sorotan tajam dari publik dan media Korea Selatan.

Sejak ditunjuk kembali sebagai pelatih dua tahun lalu, ia beberapa kali mendapat cemoohan dari suporter saat pertandingan kandang.

Salah satu keputusan yang paling menuai kritik adalah mencadangkan kapten sekaligus bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, saat laga penentuan melawan Afrika Selatan.

Padahal Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke babak berikutnya.

Keputusan tersebut justru berujung kekalahan dan memastikan langkah mereka terhenti.

Meski mengakhiri masa jabatannya dengan kegagalan, Hong berharap Timnas Korea Selatan mampu bangkit pada masa mendatang.

>>> Onmo+ Smart Console Resmi Diluncurkan, Bawa Layanan Cloud Gaming dan Pro Controller

"Saya akan selalu mendukung tim nasional sepenuh hati dan berharap mereka kembali mendapatkan kepercayaan serta cinta dari masyarakat Korea," tuturnya.