Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengajak perguruan tinggi berkolaborasi dalam implementasi Program E20.

Menurutnya, keterlibatan kalangan akademisi diperlukan untuk mendukung pengembangan teknologi sekaligus memperkuat ekosistem produksi bioetanol di dalam negeri.

"Saya mengajak pihak-pihak perguruan tinggi bersama berkolaborasi pada Program E20, negara yang akan menjadi opteker (penjamin pasar) untuk beli, karena E20 kita butuh 4 juta kiloliter.

Jadi ini bisa kita bikin plasma inti dengan rakyat, ini jauh lebih jelas optekernya negara daripada kita impor dari Amerika atau Eropa," ujarnya.

Selain Program E20, Bahlil mengatakan Kementerian ESDM juga menyiapkan program pengadaan kompor listrik pada 2027 dengan nilai anggaran sekitar Rp600 miliar.

Ia mengatakan perguruan tinggi berpeluang ikut mengembangkan produk tersebut.

>>> Scheffler dan Hovland Adu Playoff Senin di Travelers Championship

"Di Kementerian ESDM tahun 2027 mendatang ada program pengadaan kompor listrik Rp600 miliar dan kampus siapa yang mau bikin langsung akan kita pesan pengadaannya di kampus itu saja," tutup Bahlil.