Para peneliti menyimpulkan bahwa tawa karena gelitik memberikan gambaran "tidak berubah" tentang ritme tawa alami setiap spesies, dan karenanya menjadi "jendela bagi perubahan evolusioner yang dialami sistem fonatori-pernapasan hominid."

Manusia cenderung tertawa dengan tempo lebih cepat dan merupakan satu-satunya spesies yang memodulasi tempo berdasarkan konteks, lebih cepat saat digelitik daripada saat bermain.

Kerabat terdekat kita, simpanse dan bonobo, tertawa lebih cepat daripada kerabat yang lebih jauh, gorila dan orangutan, menunjukkan tren evolusi dalam fleksibilitas vokal.

Bagi makhluk sosial seperti kera, kemampuan mengubah tawa berguna untuk menyampaikan informasi tentang keadaan emosi, niat, dan disposisi.

De Gregorio menekankan bahwa tawa adalah bagian penting dari cara kita berkomunikasi, mampu menyampaikan lebih dari sekadar "Saya bermain dan bersenang-senang."

>>> Wanita di Harnett County Ditangkap atas Pembunuhan di Broadway

Para peneliti mengakui bahwa studi ini masih sangat kecil, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan mereka.