Samsung mengumumkan akan mulai mengenakan biaya bulanan untuk akses ke API SmartThings, platform otomatisasi rumah pintar miliknya.

Kebijakan ini terutama menyasar pengembang dan operator komersial, bukan pengguna rumahan biasa.

>>> Ilmuwan Peringatkan Dunia Bisa Kehilangan 4.000 Gletser per Tahun pada Pertengahan 2050-an

Selama ini, akses API SmartThings diberikan secara gratis. Namun, mulai Oktober 2026, pengembang individu non-komersial harus membayar $5 per bulan.

Perubahan ini berarti siapa pun yang menggunakan alat pihak ketiga seperti Home Assistant untuk mengontrol perangkat SmartThings akan dikenakan biaya.

Bagi pengguna yang memakai aplikasi SmartThings bawaan Samsung, tidak ada perubahan.

>>> Bintik Matahari Raksasa 40 Kali Lebih Besar dari Bumi Terdeteksi

Alasan di Balik Kebijakan Baru

Meskipun mulai memungut biaya, Samsung belum menawarkan fungsi yang berbeda secara signifikan bagi pengguna berbayar, setidaknya untuk saat ini.

Samsung beralasan bahwa biaya ini akan memungkinkan investasi lebih besar pada fitur-fitur tingkat perusahaan yang diminta mitra dan pengguna.

>>> Saya Kira Fitbit Coach Buruk Hitung Kalori, Ternyata Saya Salah

Tanpa memberikan rincian lebih lanjut, Samsung menyebut sedang mengerjakan integrasi baru dan akan meluncurkan pusat Developer Center di masa mendatang.