Menteri Pariwisata Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menekankan peran teknologi digital dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang mulus.

>>> Bill Gates: AI Mungkin Gantikan Banyak Pekerjaan, Tapi Tidak Atlet

Teknologi dapat meningkatkan pengalaman pengunjung melalui akses yang lebih mudah, layanan imigrasi yang lebih cepat, dan sistem pembayaran yang lebih nyaman.

Para delegasi juga menyebutkan bahwa teknologi harus meningkatkan, bukan menggantikan, sisi manusiawi pariwisata.

Tiong mencatat China telah berhasil dengan atraksi pintar, pembayaran digital, layanan AI, dan transportasi modern.

Ia menekankan bahwa meskipun teknologi adalah alat penting, layanan hangat dan hubungan antarmanusia tetap menjadi inti keramahtamahan.

Caldas mengatakan salah satu upaya China yang dapat diikuti ekonomi lain adalah pengembangan kapasitas bagi usaha kecil dan menengah serta komunitas lokal agar mereka termasuk dalam sektor pariwisata.

Di Peru, pariwisata cerdas dapat membantu desa, daerah pedesaan, dan budaya hidup untuk "tumbuh secara berkelanjutan" sambil melestarikan ruang dan masyarakatnya.

Lebih dari Sekadar Pertemuan

Makau berpartisipasi sebagai "ekonomi tamu" dengan sebutan "Makau, China" dalam pertemuan kelompok kerja dan menyampaikan presentasi mengenai situasi terkini serta arah masa depan industri pariwisatanya.

Maria Helena de Senna Fernandes, direktur Dinas Pariwisata Pemerintah Makau, melihat acara ini sebagai kesempatan untuk memamerkan keramahtamahan, kemampuan, kuliner lokal, industri kreatif, serta perpaduan budaya China dan Barat.

Pada Minggu, para delegasi berkesempatan berkeliling kota.

Mulai dari pameran China kuno dan produk kreatif budaya, membuat camilan lokal, hingga menyentuh sejarah di Museum Makau, para tamu merasakan berbagai aspek Makau.

>>> Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

China, sebagai tuan rumah APEC 2026, akan menggelar Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33 di Shenzhen, Provinsi Guangdong, pada November mendatang.