Doug Cockle telah menyuarakan Geralt of Rivia selama hampir 20 tahun dan menjadi identik dengan salah satu protagonis paling dicintai dalam game.

Namun, aktor ini mengungkapkan bahwa perjalanannya sebagai White Wolf hampir berakhir setelah The Witcher pertama.

>>> PlayStation Hapus 551 Film dari Perpustakaan Pengguna, Perdebatan Kepemilikan Digital Kembali Memanas

Cockle menceritakan kisahnya dalam wawancara dengan Polygon. Ia mengaku sempat yakin CD Projekt Red akan menggantikannya setelah game pertama.

Pesan Teks dari Teman Membuat Cockle Khawatir

Setelah perilisan The Witcher pada 2007, CD Projekt Red mulai mengerjakan The Witcher 2: Assassins of Kings.

Banyak anggota pengisi suara asli tidak kembali, membuat Cockle khawatir Geralt juga akan diganti.

Suatu hari, ia menerima pesan teks dari seorang teman yang baru saja mengikuti audisi untuk peran Geralt. Temannya menulis, "Saya pikir itu adalah Anda."

Pesan itu membuat Cockle percaya bahwa ia akan diganti.

"Saya pikir mereka membenci penampilan saya. Saya pasti melakukan sesuatu yang buruk," kata Cockle.

Ia kemudian menghubungi Borys Pugacz-Muraszkiewicz, penulis game Witcher pertama dan kedua, dan menyatakan ingin tetap dipertimbangkan. Tak lama kemudian, ia tahu CD Projekt Red masih menginginkannya sebagai Geralt.

Perjalanan Panjang Menjadi Geralt

Cockle awalnya mendapatkan peran melalui audisi standar, meski ia tidak tahu banyak tentang novel Andrzej Sapkowski karena belum diterjemahkan ke bahasa Inggris.

>>> 10 Momen Terbaik Brook di One Piece yang Buktikan Ia Lebih dari Sekadar Musisi

Ia menggambarkan Geralt sebagai "anti-hero yang garang" dan mendapat saran untuk meniru suara Clint Eastwood sebagai Dirty Harry.

Rekaman game pertama sangat melelahkan secara fisik. Cockle sering menghabiskan delapan hingga sepuluh jam berbicara dengan suara serak khas Geralt.