Jose Mourinho angkat bicara membela Mikel Arteta dari kritik yang muncul meski Arsenal sukses menjuarai Premier League musim lalu.

Pelatih asal Portugal itu menilai gaya bermain pragmatis The Gunners justru menjadi kunci keberhasilan mereka.

>>> Noah Kahan Minta Fans Tak Pakai Popok di Konser: 'Pergi Saja ke Toilet'

Arsenal mengakhiri penantian 22 tahun dengan merebut gelar liga, unggul tujuh poin dari Manchester City.

The Gunners juga melaju hingga final Liga Champions, meski akhirnya kalah adu penalti dari Paris Saint-Germain.

Namun, keberhasilan tersebut tak lepas dari kritik terhadap gaya bermain Arsenal yang dianggap terlalu bergantung pada bola mati.

Tercatat, 35 persen gol mereka berasal dari situasi set-piece, tertinggi dalam sejarah juara Premier League.

Mourinho menegaskan kritik tersebut tidak relevan dalam sepak bola modern.

“Ada teori konyol yang mengatakan Anda bisa hebat tanpa menang. Itu bertentangan dengan esensi olahraga, karena tujuan utamanya adalah menang,” ujarnya.

Ia juga menolak anggapan bahwa Arsenal harus meniru gaya Manchester City.

>>> Polisi Benarkan Tato Wajah dan 'Love Taufik' di Tubuh Korban YTR

“Jika Arsenal mencoba menjadi Manchester City kedua, mereka mungkin tidak akan juara. Faktanya, mereka menang, dan itu harus dihormati,” tegas Mourinho.

Pelatih yang kini kembali ke Real Madrid itu mengaku pernah mengalami kritik serupa sepanjang kariernya.

Meski begitu, ia menilai setiap tim harus bermain sesuai kekuatan masing-masing.

Mourinho bahkan menyinggung keberhasilan timnya di masa lalu, termasuk saat Inter Milan menjuarai Liga Champions dengan strategi defensif yang ikonik.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa timnya mampu tampil ofensif, termasuk saat mengalahkan Barcelona 3-1.

Mourinho menutup pernyataannya dengan mencontohkan Real Madrid asuhannya pada musim 2011-2012 yang mencetak 121 gol dan meraih 100 poin.

>>> Rekor Baru Piala Dunia 2026: 215 Gol Tercipta di Babak Grup

“Seberapa defensif tim itu?” kata Mourinho.