Peran Strategis Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional, seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pertumbuhan ekonomi yang dinamis menjadikan Kaltim sebagai salah satu motor penting transformasi ekonomi Indonesia.

Melalui SE2026, pemerintah daerah akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur, karakteristik, potensi, serta tantangan perekonomian tanpa harus mengalokasikan anggaran dari APBD.

>>> Drama 32 Besar Piala Dunia 2026: Siapa Bertahan, Siapa Tersingkir?

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, "Saya percaya jika kita bekerja bersama, sensus ekonomi ini akan menjadi kompas yang berguna.

Akan menjadi fondasi bagi pembangunan Kalimantan Timur yang lebih maju dan sejahtera, menyongsong Indonesia Emas 2045."

Pendataan SE2026 secara door to door telah dimulai serentak di seluruh Indonesia sejak 15 Juni 2026.

Sebanyak 3.085 petugas lapangan diterjunkan untuk mendata seluruh aktivitas usaha di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur hingga 31 Agustus 2026.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyampaikan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan investasi bagi masa depan.

"Tentu sensus ini sejatinya bukan hanya kegiatan pendataan, tetapi adalah yang pasti adalah investasi, investasi masa depan," kata Rudi.

Menurutnya, data akurat hari ini akan memberikan manfaat atas berbagai keputusan baik saat ini maupun masa yang akan datang.

Rudi berharap hasil SE2026 dapat menjadi dasar untuk mengawal transformasi ekonomi Kaltim dari ketergantungan pada sektor ekstraktif menuju penguatan ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Sebelum prosesi pencanangan, Amalia meninjau langsung pelaksanaan pendataan lapangan di Kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.

Ia menyaksikan proses wawancara tatap muka oleh petugas sensus terhadap salah satu keluarga yang memiliki usaha toko kelontong.

>>> Jadwal Siaran Langsung MotoGP Belanda 2026 di Trans7

Amalia juga meninjau koordinasi yang dilakukan BPS Provinsi Kalimantan Timur dengan Big Mall Samarinda, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Samarinda, untuk membahas dukungan pengelola mal terhadap pelaksanaan SE2026.