House Republicans Usulkan Pencabutan Amandemen ke-17 untuk Pemilihan Senator
Anggota DPR AS dari Partai Republik memperkenalkan resolusi bersama pada Kamis, 25 Juni 2026, untuk mencabut Amandemen ke-17 dan mengembalikan kekuasaan pemilihan senator ke legislatif negara bagian.
Langkah ini dipicu oleh ketegangan antara DPR dan Senat terkait mandeknya RUU SAVE America tentang identifikasi pemilih.
>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Pakai NIK KTP Secara Online
Resolusi tersebut disponsori oleh beberapa anggota konservatif, termasuk Perwakilan Scott Perry.
Perwakilan Keith Self dari Texas menyatakan bahwa sistem saat ini menghasilkan politisi enam tahun yang lebih fokus pada ambisi nasional daripada negara bagian yang mereka wakili.
Self mengkritik prosedur Senat di media sosial dan mendesak pimpinan Senat untuk mengambil tindakan drastis guna memecahkan kebuntuan legislatif.
"Senat harus melakukan tugasnya! Terapkan filibuster bicara atau HANCURKAN dan sahkan RUU ini.
TIDAK BERTINDAK BUKAN PILIHAN!" tulis Self di X.
Self menjelaskan bahwa pencabutan Amandemen ke-17 akan mengembalikan keseimbangan konstitusional dan membuat Senat lebih bertanggung jawab kepada negara bagian.
>>> Dua Siswa Kenya Ciptakan Filter Knalpot dari Sabut Kelapa dan Jagung
Anggota House Freedom Caucus lainnya mendukung resolusi tersebut, dengan alasan bahwa pemilihan langsung telah mengubah perwakilan regional menjadi kampanye media nasional.
Perwakilan Paul Gosar dari Arizona menulis bahwa para pendiri menginginkan Senat sebagai suara negara bagian, bukan hambatan abadi bagi kehendak rakyat Amerika.
Perwakilan Clay Higgins dari Louisiana menyebut Amandemen ke-17 sebagai amandemen paling merugikan dalam sejarah, karena uang besar telah mengubah pemilihan Senat menjadi sirkus.
Perselisihan antara dua kamar mencapai tingkat eksekutif ketika Presiden Donald Trump membatalkan konferensi pers perumahan hingga RUU SAVE America disahkan.
Trump menyatakan bahwa RUU tersebut dianggap sebagai keadaan darurat nasional.
Amandemen ke-17, yang diratifikasi pada 1913, mengubah pemilihan senator dari pemilihan oleh legislatif negara bagian menjadi pemilihan langsung oleh rakyat.
>>> Sengketa Indodax-BotXcoin Berlanjut ke Hukum, CFX Disorot
Proses amandemen konstitusi membutuhkan suara dua pertiga di kedua kamar Kongres dan ratifikasi oleh tiga perempat negara bagian.
Update Terbaru
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Minggu / 28-06-2026, 09:17 WIB
Klasemen Peringkat 3 Piala Dunia: Korea Out, Sisa 1, Iran Tunggu Nasib
Minggu / 28-06-2026, 09:17 WIB
Link Live Streaming Yordania vs Argentina di Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 09:17 WIB
Purbaya Ancam Potong Anggaran K/L yang Hambat Satgas Debottlenecking
Minggu / 28-06-2026, 09:16 WIB
Daftar 15 Tim Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 09:16 WIB
Dari Pendiri Bisnis ke Angel Investor: Perjalanan Venjii Hernando Dukung Wirausaha Lokal
Minggu / 28-06-2026, 09:15 WIB
5 Sepatu New Balance Diskon 50% di Foot Locker, Seri 530 Rp800 Ribuan
Minggu / 28-06-2026, 09:15 WIB
Beda Parfum EDT dan EDP, Mana yang Cocok untuk Pemakaian Sehari-hari?
Minggu / 28-06-2026, 09:15 WIB
81% Pekerja Indonesia Puas dengan Gaji, Tertinggi di Asia Pasifik
Minggu / 28-06-2026, 09:15 WIB
Zach Ertz Kenang Karier di Eagles dan Fase Rambut Pirang
Minggu / 28-06-2026, 09:07 WIB
Fans Coret Erling Haaland dari Susunan Pemain Gabungan Prancis-Norwegia
Minggu / 28-06-2026, 09:07 WIB
Heboh Sistem Ganjil-Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Ini Faktanya
Minggu / 28-06-2026, 09:07 WIB
Tiga Orang Luka Parah dalam Kecelakaan Saat Acara Motor Amal di Columbia
Minggu / 28-06-2026, 09:02 WIB
Mario Kempes Ungkap Favorit Juara Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 09:02 WIB






