"Masih dihitung ya, tapi sementara ini mungkin ada sekitar belasan lah, kita masih hitung," kata Luthfie, Jumat hampir tengah malam.

Luthfie mengklaim, aparat telah memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi sejak sore. Namun situasi mulai memanas selepas waktu 18.00 WIB.

in1

Sekelompok orang yang belum terkonfirmasi sebagai massa aksi melakukan perusakan dan pelemparan.

"Namun sampai setelah magrib, mereka memprovokasi dengan melakukan perusakan.

Dan kita imbau untuk berhenti melakukan perusakan, tapi mereka terus melakukan perusakan dan pelemparan, sehingga kita juga menilai bahwa itu selain membahayakan masyarakat, juga membahayakan keselamatan mereka sendiri," ujarnya.

Aparat kemudian memukul mundur massa secara bertahap dengan mengerahkan pasukan Dalmas dan Pasukan Anti Huru-hara ke Bundaran Air Mancur Balai Pemuda.

Kendati demikian, Luthfie mengklaim tidak ada korban luka dalam proses pembubaran tersebut.

>>> Timnas Futsal Indonesia U-17 Dibantai Brasil 0-9 di Spanyol

Ia juga menegaskan, polisi tidak menggunakan water cannon untuk membubarkan massa, kendaraan itu hanya difungsikan untuk memadamkan api yang dinyalakan saat demonstrasi.