Aliansi Guru Besar Kecam Dugaan Aksi Represif ke Massa Aksi Surabaya
"Kami mendesak pemerintah dan institusi pendidikan khususnya perguruan tinggi untuk turut menghentikan segala upaya penggembosan gerakan mahasiswa dan membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi," katanya.
Forum ini juga mengingatkan tanggung jawab moral kalangan terdidik untuk tidak berdiam diri di ruang kelas saat demokrasi terancam.
Mereka menyatakan solidaritas aktif kepada gerakan mahasiswa dan berkomitmen untuk terus mengawal perjuangan tersebut.
Karena itu, para guru besar dan intelektual menyatakan dukungan penuh kepada gerakan mahasiswa dan akan terus bersolidaritas dalam memperjuangkan cita-cita pendiri bangsa yang berlandaskan kemanusiaan dan keadilan sosial.
>>> Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Australia Cetak Sejarah ke 32 Besar Piala Dunia 2026
"Kami percaya bahwa dengan kejujuran dan keberanian, kita dapat membangun Indonesia yang lebih demokratis, adil, dan sejahtera," pungkasnya.
Penangkapan Massa Aksi
Tim Advokasi Jaringan Anti Kriminalisasi yang terdiri dari LBH Surabaya dan KontraS Surabaya mencatat, jumlah massa aksi #IndonesiaSekarat yang ditangkap aparat Polrestabes Surabaya telah bertambah menjadi 24 orang, termasuk satu perempuan.
Mereka masih ditahan dan diperiksa di Mapolrestabes Surabaya hingga Sabtu (27/6) malam.
LBH Surabaya juga memperoleh informasi bahwa dua orang di antara yang diamankan diduga akan diproses dalam perkara narkotika.
Sebagian lainnya disebut akan diproses atas dugaan tindak pidana perusakan, namun tidak dilakukan penahanan, sementara peserta aksi lainnya dijadwalkan dipulangkan setelah pemeriksaan rampung.
Pernyataan Kapolrestabes Surabaya
Sementara itu, Polrestabes Surabaya mengaku mengamankan sejumlah orang dari massa aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6) malam.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyebut jumlah yang diamankan masih terus dihitung. Pihaknya mengaku mengerahkan 320 personel untuk mengawal jalannya unjuk rasa sejak sore hari.
Update Terbaru
iPhone 18 Dibekali RAM 9GB, Bukan 12GB seperti Rumor
Minggu / 28-06-2026, 09:32 WIB
Pemerintah Suntik Likuiditas Rp400 Triliun ke Himbara, Purbaya Bidik Pertumbuhan Kredit 15 Persen
Minggu / 28-06-2026, 09:28 WIB
Panduan Memulai Bisnis Online di Indonesia: Peluang dan Strategi
Minggu / 28-06-2026, 09:28 WIB
Dandhy Laksono: Latihan Militer Manajer Kopdes untuk Ingatkan Siapa Penguasa
Minggu / 28-06-2026, 09:28 WIB
Ekonom AS Ungkap Rekomendasi Hapus Subsidi BBM Sejak 1998, Kini Rakyat Protes
Minggu / 28-06-2026, 09:28 WIB
Sederet Poin Utama Rancangan Kesepakatan Damai Israel-Lebanon
Minggu / 28-06-2026, 09:27 WIB
Pramono-Rano Ungkap 7 Proyek Infrastruktur Jelang 5 Abad Jakarta
Minggu / 28-06-2026, 09:27 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Imbang vs Kolombia, Portugal di Jalur Neraka
Minggu / 28-06-2026, 09:22 WIB
Transmart Full Day Sale Hari Ini: Diskon 50% + 20% untuk Beragam Produk
Minggu / 28-06-2026, 09:22 WIB
Brian Brobbey Ancam Posisi Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 09:21 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: RD Kongo Menang, Korsel Tersingkir
Minggu / 28-06-2026, 09:21 WIB
TasteAtlas Rilis Daftar Street Food Asia Tenggara 'Terburuk', Buntil dan Kupat Tahu Masuk
Minggu / 28-06-2026, 09:21 WIB
7 Cara Belajar Bahasa Mandarin secara Autodidak agar Cepat Lancar
Minggu / 28-06-2026, 09:21 WIB
Link Live Streaming Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 09:21 WIB






