Empati adalah kemampuan memahami dan merasakan perasaan orang lain, terdiri dari empati afektif, perilaku, dan kognitif.

Orang tua bisa mulai mengenalkan empati sejak dini dengan memberi label pada perasaan seperti marah, senang, sedih.

in1

Tanyakan perasaan anak setiap hari untuk membantu mereka mengembangkan kemampuan memahami dan merespons perasaan orang lain.

3. Terlibat bermain bersama anak.

Keterlibatan orang tua dalam permainan anak dapat meningkatkan kesejahteraan mental mereka.

Anak yang menghabiskan waktu dengan orang tua dalam aktivitas menyenangkan memiliki tingkat oksitosin lebih tinggi, yang berperan membangun hubungan sosial positif.

Kontak mata dan sentuhan fisik juga memperkuat ikatan emosional dan meningkatkan empati.

>>> Cek PIP 2026 Pakai NISN dan NIK, Ini Caranya Lewat Online

4. Menghindari konflik berlebihan.

Penelitian di New York menunjukkan remaja dengan hubungan hangat bersama orang tua, terutama ibu, lebih kecil kemungkinannya terjerumus dalam hubungan penuh kekerasan.

Trauma atau konflik keluarga dapat memengaruhi harga diri dan perkembangan mental anak. Ciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di rumah.

5. Memperhatikan pola tidur anak.

Tidur cukup dan berkualitas sangat penting bagi perkembangan anak.

Anak yang kurang tidur cenderung tertinggal dalam pembelajaran, kurang bersemangat, atau berisiko masalah kesehatan jangka panjang.

Kebiasaan tidur teratur berdampak positif pada kesuksesan anak, membuat mereka lebih fokus, kreatif, dan siap menghadapi tantangan.

6. Konsisten membatasi screen time.

Penelitian dari jurnal American Academy of Pediatrics menunjukkan anak yang terlalu banyak bermain gadget memiliki perkembangan otak lebih lambat.

Membatasi screen time dan memberi waktu lebih banyak untuk interaksi langsung dengan dunia nyata dapat meningkatkan perkembangan kognitif.

7. Menghargai upaya, bukan hanya hasil.