Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya membangun sistem pertahanan digital, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengambil keputusan secara cepat ketika insiden benar-benar terjadi.

"Kami ingin peserta pulang dengan sesuatu yang dapat langsung digunakan.

in1

GNKS tidak hanya membahas ancaman, tetapi juga membantu organisasi memetakan risiko, menyusun desain pengamanan, dan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan ketika menghadapi insiden.

Tujuannya sederhana, yaitu membantu organisasi menjadi lebih siap," katanya.

Berbeda dengan seminar keamanan siber pada umumnya, GNKS menghadirkan Executive Tabletop Exercise, yaitu simulasi yang dirancang khusus bagi pimpinan perusahaan dan organisasi.

Dalam program tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menjalani lima tahapan simulasi, mulai dari mengenali skenario ancaman, menyusun strategi mitigasi, mengambil keputusan saat krisis berlangsung, mempresentasikan hasil keputusan, hingga melakukan evaluasi bersama.

>>> 3 HP Oppo A Series dengan Chipset Snapdragon Paling Worth It di Harga Rp1 Jutaan

Melalui pendekatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman praktis mengenai bagaimana sebuah serangan siber berkembang dan langkah-langkah yang harus diambil untuk meminimalkan dampaknya terhadap organisasi.