Zen RS kemudian mengoreksi bagian tersebut. Berdasarkan karya sejarawan Harry Poeze, ia menjelaskan bahwa Tan Malaka menerima gaji dari Senembah Maatschappij sebagai perusahaan perkebunan swasta, bukan langsung dari pemerintah kolonial Belanda.

Zen juga mengutip autobiografi Tan Malaka yang menyebut salah satu alasan memilih mengajar di perusahaan tersebut karena tidak ingin menjadi guru di sekolah pemerintah kolonial yang bertujuan "meng-Eropa-kan" anak-anak bumiputra.

in1

Selain itu, Zen menyatakan nominal gaji yang diterima Tan sekitar 350 gulden per bulan, bukan 150 gulden sebagaimana disebut sebelumnya.

Ferry Paparkan Dasar Pendapatnya

Menanggapi koreksi tersebut, Ferry menjelaskan bahwa dirinya mengaitkan Senembah Maatschappij dengan pemerintah kolonial karena sejumlah pejabat Belanda berada dalam struktur perusahaan tersebut.

Ia juga menyinggung peran J.T. Cremer yang pernah menjabat Menteri Koloni Belanda sekaligus memiliki posisi penting di perusahaan itu. Menurut Ferry, perusahaan-perusahaan besar pada masa kolonial memperoleh berbagai kemudahan dari pemerintah, seperti konsesi lahan, perlindungan hukum, hingga akses tenaga kerja kontrak.

Untuk memperkuat pandangannya, Ferry membandingkan kondisi tersebut dengan VOC yang secara hukum merupakan perusahaan swasta, tetapi memiliki berbagai hak istimewa dari pemerintah Belanda melalui octrooi.

Zen kembali menanggapi penjelasan itu dengan mengutip bagian dalam buku Madilog karya Tan Malaka mengenai kekeliruan logika yang disebut circulo in definiendo.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Setelah diskusi berlangsung cukup panjang, Ferry mengunggah klarifikasi. Ia mengakui telah melakukan penyederhanaan ketika menyebut "pemerintah Belanda", sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

"Saya membuat kekeliruan karena melakukan simplifikasi pada penyebutan 'Pemerintah' Belanda. Kekeliruan muncul karena menganggap perusahaan Belanda yang berdiri di masa kolonial dengan suntikan modal, aset, uang dan perangkat dari pemerintah kolonial pasti terafiliasi dengan pemerintahnya saat itu."