Saya katakan nggak. Untuk saudara-saudara kita yang ekonominya di bawah, kita harus protect," tegas Bahlil.

Ia menjelaskan kenaikan ICP dari US$70 ke US$100 per barel justru meningkatkan penerimaan negara hingga US$17,6 miliar.

in1

Dari selisih pendapatan sekitar US$7 miliar, pemerintah bisa menutup hampir 50% kebutuhan tambahan subsidi.

"US$ 7 miliar kali Rp 17.500 waktu itu asumsi rata-rata, kurang lebih sekitar Rp 120-130 triliun, Rp 125-130 triliun, pakai kalkulator saja itu, saya tidak mau ngomong angka makanya sekitar saja.

Itu berarti, kita sudah mempunyai 50% dari total menutup subsidi tambahan," terangnya.

Selain itu, Kementerian ESDM juga menaikkan royalti mineral dan batu bara, yang menambah pemasukan Rp30–35 triliun.

Dengan kombinasi ini, total dana sekitar Rp160 triliun berhasil dikumpulkan untuk menahan kenaikan harga BBM subsidi.

"Saya putar lagi otak, saya naikkan royalti daripada nikel dan batu bara, dan komoditas lain. Itu dapat tambahan Rp 30 - 35 triliun.

Jadi totalnya sudah Rp 160 triliun dari sektor ESDM untuk menambal penambahan subsidi dari ketidaknaikan harga BBM itu.

>>> Hukuman Pemotor Pakai Knalpot Brong: Tilang, Sita, hingga Kurungan

Sisanya baru lakukan efisiensi dari tempat lain," ucap Bahlil.