Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong evaluasi dan perbaikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) setelah tiga peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia.

Ketiga peserta tersebut mengikuti pelatihan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di fasilitas TNI.

in1

>>> Bahlil Targetkan Produksi CNG Pengganti LPG 3 Kg Mulai Juli 2026

"Bilamana harus ada yang diperbaiki atau diubah, itu merupakan masukan yang harus diterima untuk menyempurnakan program tersebut sehingga program yang dibuat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat ini benar-benar dapat berjalan dengan baik," kata Dave di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/6) dikutip dari Antara.

Dave juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya para peserta program tersebut.

Menurut dia, pelaksanaan SPPI bagi calon pengelola Koperasi Desa dan Kampung Nelayan sejatinya telah didahului dengan asesmen kesehatan bagi para peserta.

Meski demikian, ia menilai evaluasi tetap perlu dilakukan sebagai bahan perbaikan ke depan.

"Pelatihan ini sangat dasar. Akan tetapi, memang harus didesain untuk dilaksanakan kepada mereka yang memiliki kondisi fisik tertentu.

Hal itu harus menjadi masukan agar bisa terus diperbaiki dan disempurnakan ke depannya," kata Dave.

Kronologi Meninggalnya Peserta

Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Selasa (23/6) mengonfirmasi dua peserta program SPPI KDMP dan KNMP meninggal dunia saat menjalani latsarmil, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

>>> Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Oman di AVC Men's Volleyball Cup

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Anisa yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan meninggal dunia akibat serangan panas (heat stroke).