Setelah lama vakum menonton film, saya memutuskan untuk kembali menikmati bioskop di rumah.

Namun, proses ini justru membuka mata saya tentang nilai sebenarnya dari langganan streaming yang selama ini saya bayar.

in1

>>> Atasi Kecanduan Layar Anak dengan Beralih ke Launcher Khusus Ini

Saya menyadari bahwa sebagian besar layanan streaming yang saya ikuti ternyata tidak menyediakan film-film yang ingin saya tonton.

Hal ini mendorong saya untuk melakukan audit besar-besaran terhadap kebiasaan berlangganan.

Kembali ke Dunia Film

Dulu, film adalah bagian penting dalam hidup saya. Saya sering membeli VHS, DVD, dan Blu-ray, serta menyewa dari toko video.

Namun, setelah tahun 2010, kebiasaan menonton film saya menurun drastis.

Serial TV menjadi pilihan utama karena lebih sesuai dengan gaya hidup.

Selama bertahun-tahun, saya tetap berlangganan Netflix, Amazon Prime Video, dan Disney+, serta memiliki akses ke Paramount+ dan Discovery+.

Di benak saya, ada keyakinan bahwa semua film yang terlewat akan tersedia kapan pun saya ingin menontonnya. Ternyata, asumsi itu keliru.

Mencari Katalog Film Terbaru

Beberapa minggu terakhir, saya kembali tertarik menonton film. Saya menyusun daftar 50 film terbaik dari tahun 2010 hingga sekarang yang ingin saya tonton.

Saya menggunakan JustWatch untuk mencari tahu di mana film-film tersebut tersedia. Hasilnya mengejutkan: hanya 18 dari 50 film (36%) yang bisa ditonton melalui layanan streaming berlangganan.

Sisanya, 32 film, harus disewa atau dibeli melalui platform seperti Amazon, Apple TV, atau YouTube. Biaya tambahan ini membuat langganan streaming terasa tidak sepadan.

Film-film yang tidak tersedia termasuk Oppenheimer, Interstellar, Parasite, dan The Hateful Eight. Padahal, daftar saya diambil dari berbagai daftar film terbaik, jadi seharusnya tidak terlalu niche.