Saya hanya berharap setidaknya setengah dari film tersebut ada di layanan yang sudah saya bayar. Kenyataannya, jauh dari harapan.

>>> Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T

in1

Film yang tersedia memang cukup terkenal, seperti The Martian, Gone Girl, dan Dune: Part Two.

Ada juga judul yang kurang dikenal seperti Weapons, The 4:30 Movie, dan The Substance.

Namun, saya akan segera kehabisan film untuk ditonton. Pertanyaannya, mengapa saya harus menyewa atau membeli film padahal langganan saya sudah 'penuh'?

Jika saya ingin menonton serial TV, Star Wars untuk ke-100 kalinya, atau film superhero, saya akan sangat terbantu.

Tapi untuk memperluas wawasan? Tidak.

Kesadaran akan Nilai Langganan

Layanan streaming hanya sebaik konten yang ditawarkan. Jika tidak sesuai dengan keinginan, layanan tersebut menjadi tidak berguna.

Keinginan saya kembali menonton film memperlihatkan celah besar dalam layanan streaming.

Entah karena lisensi, data konsumen, atau fokus pada tontonan keluarga, layanan streaming tampaknya kurang memenuhi kebutuhan penggemar film.

Saya sudah membayar langganan ini bertahun-tahun, tetapi saat benar-benar ingin menggunakannya, film yang saya cari tidak ada.

Saya bertanya-tanya, apakah ini sudah terjadi sejak lama dan baru saya sadari sekarang?

Saya pun berencana menonton film yang tersedia di Disney+, Netflix, dan Now, lalu berhenti berlangganan. Uang yang dihemat akan saya gunakan untuk menyewa film yang tidak tersedia.

Jika tidak melakukan audit ini, saya yakin akan terus membayar langganan hanya untuk menonton serial beberapa kali sebulan.

>>> Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil di Tengah Konflik

Audit rutin terhadap layanan berlangganan sepertinya perlu dilakukan semua orang untuk memastikan nilai yang didapat masih sepadan.