Anggota DPR AS dari Colorado, Lauren Boebert, angkat bicara soal kontroversi seragam Pride Night di Major League Baseball (MLB).

Menurut Boebert, pemain harus diberi hak untuk memilih apakah akan mengenakan seragam khusus tersebut atau tidak.

in1

>>> Pacar Tom Sandoval, Victoria Lee Robinson, Ditangkap Usai Dugaan Kekerasan

Pernyataan itu disampaikan Boebert dalam wawancara dengan TMZ DC pada Kamis (25/6/2026).

Ia menanggapi insiden pemain San Francisco Giants yang memodifikasi topi Pride Night mereka dengan menambahkan ayat Alkitab dari Kitab Kejadian.

Ayat tersebut menggambarkan pelangi sebagai simbol perjanjian Tuhan dengan bumi.

Boebert menilai tindakan para pemain itu tidak merugikan siapa pun dan merupakan bentuk protes yang tenang.

Ia juga menyebut bendera pelangi sebagai "bendera seks gay" dan mengatakan warga swasta bebas mengekspresikan diri.

Solusi yang ditawarkan Boebert sederhana: Pride Night tetap digelar, tetapi pemain boleh memilih tidak mengenakan topi dengan logo pelangi.

Beberapa pemain memang sudah melakukannya musim ini, seperti pelempar Los Angeles Dodgers Blake Treinen dan pelempar Giants Sam Hentges.

>>> Replika Lego Trofi Piala Dunia 2026 Bertabur Berlian Dibuat di Dubai

Keduanya mengenakan topi biasa, bukan edisi Pride Night.

Boebert juga membandingkan kasus ini dengan perlakuan NFL terhadap Colin Kaepernick.

Ia menuding ada standar ganda: NFL menghukum Kaepernick, sementara MLB diduga mengancam pemain yang menulis ayat Alkitab di topi.

Menurut Boebert, ini adalah contoh penganiayaan terhadap umat Kristen di AS.

Ia bahkan menyebut isu ini membuat beberapa anggota DPR mempertanyakan status pengecualian antitrust MLB.

Di sisi lain, anggota DPR Ritchie Torres dari New York yang terbuka sebagai gay mendukung penuh Pride Night.

>>> Timnas Jerman Tak Dukung Deniz Undav Jadi Top Skor Piala Dunia

Torres mengatakan isu ini tetap memecah belah di ibu kota negara.