"Kepemimpinan mendatang haruslah ditata ulang.

Kita tidak boleh mabuk pada elektabilitas dan popularitas, tetapi harus bergeser orientasi untuk melihat integritas, kapabilitas, dan etikabilitas," tegasnya.

in1

Sebagai jalan keluar, Gita menilai investasi besar di sektor pendidikan harus menjadi prioritas nasional, dimulai dari peningkatan kesejahteraan guru.

"Gaji guru harus diperbaiki secara revolusioner.

Tempatkan profesi guru sebagai profesi yang sangat dihargai, agar putra-putri bangsa terbaik masuk berbondong-bondong berebut menjadi guru," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terus-menerus terjebak pada isu sensasional dan jangka pendek.

"Pandangan kita harus kita arahkan jauh ke depan, jangan terperangkap pada sensasi terus-menerus," katanya.

Di akhir pemaparannya, Gita menaruh harapan besar kepada generasi muda.

Mereka tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pencipta inovasi dan solusi bagi tantangan global.

>>> Nonton Film Jangan Buang Ibu (2026) di Bioskop Bukan LK21: Kisah Keluarga yang Tidak Mau Merawat Ibu

"Generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir lintas batas. Mereka harus siap menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan," tegasnya.