Galeri screenshot saya dulunya menjadi tempat pembuangan informasi yang tidak ingin saya hilang.

Nomor konfirmasi, alamat, daftar belanja, potongan artikel, dan teks acak semuanya berakhir sebagai screenshot karena lebih cepat daripada mengetik.

in1

>>> Saya Beli Pixel 9 demi Software Google, Kini Oppo Justru Menjalankannya Lebih Baik

Masalahnya, screenshot tidak berguna setelah menumpuk. Informasi penting terkubur, dan menemukan sesuatu berminggu-minggu kemudian sering berarti menggulir ratusan gambar.

Karena itulah fitur 'Grab image text' Google Keep mengejutkan saya.

Fitur ini mengambil teks yang terperangkap di dalam screenshot dan foto, lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang bisa dicari, diedit, dan digunakan kembali.

Apa yang tampak seperti fitur kecil ternyata menyelesaikan salah satu masalah screenshot terbesar saya.

Screenshot Saya Menjadi Tidak Bisa Dicari

Mengambil screenshot biasanya cara tercepat untuk menyimpan sesuatu, sehingga secara bertahap menjadi kebiasaan default saya.

Masalahnya, screenshot bekerja seperti laci sampah. Informasi secara teknis tersimpan, tetapi menemukannya lagi bisa sangat sulit.

Kecuali saya ingat persis kapan mengambil screenshot, saya sering harus menggulir ratusan gambar untuk menemukan satu nomor telepon, alamat, atau catatan.

Banyak screenshot ini tidak perlu tetap sebagai gambar.

Yang sebenarnya saya inginkan adalah teks di dalamnya, dan itulah masalah yang dipecahkan oleh alat ekstraksi teks Keep.

Alat OCR Google Keep Sangat Sederhana Digunakan

Fitur 'Grab image text' Google Keep menggunakan optical character recognition (OCR) untuk mengidentifikasi dan mengekstrak teks dari screenshot dan foto.

Setelah menemukannya, saya terkejut betapa sederhana penggunaannya.

Setelah membuat catatan di Google Keep, saya bisa melampirkan screenshot atau foto dari galeri.

Membuka gambar, mengetuk ikon menu tiga titik, dan memilih Grab image text secara otomatis mengekstrak teks di dalam catatan.